Wisatawan Pantai Parangtritis Diimbau untuk Waspadai Palung Laut dan Ubur-ubur

  • Share

Polisi memasang rambu tanda bahaya di Pantai Parangtritis Pendampingan pengamanan wisatawan(MI/Agus Utantoro)

KARAKTERISTIK Pantai Parangtritis cukup unik. Pasalnya, selain memiliki ombak yang tinggi, pantai yang ada di wilayah Kabupaten Bantul ini juga memiliki banyak Palung pasir sehingga bisa membahayakan bagi orang yang berenang di sekitar Paling tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Noviar Rahmad mengatakan pihaknya senantiasa memberikan informasi kepada seluruh wisatawan yang akan berwisata ke Pantai Selatan.

“Sekali lagi jangan tertipu dengan kondisi yang tenang di Pantai Selatan. Justru kalau gelombangnya tenang justru di bawahnya ada palung. Kita harus bisa berwisata dengan aman, utamanya memperhatikan keselamatan masing-masing,” terang Noviar lewat siaran pers dari Humas Pemda DIY. 

Baca juga : Terseret Ombak Pantai Parangtritis, 2 Wisatawan Asal Jakarta Meninggal

Pihaknya sebetulnya sudah memancang tiang bendera merah, artinya tidak boleh berenang di area tersebut. Selain itu, pihaknya juga memasang papan – papan peringatan atau larangan.

“Sebenarnya, kami juga cukup kesulitan akan karakter Pantai Selatan yang isamakan dengan pantai – pantai lain. Belum lagi minim petugas yang tidak bisa menempati setiap meter, seperti kejadian kecelakaan laut kemarin (10/7) yang jaraknya satu kilometer dari pos pantau,” ungkap Noviar. 

Selain Palung dan ombak tinggi, pihaknya juga meminta masyarakat agar mewaspadai ubur-ubur biru yang sudah menyengat 300-an korban di Pantai Parangtritis. Ubur-ubur di Pantai Selatan ini juga agak beda dengan ubur-ubur yang diketahui masyarakat secara umum. Ubur-ubur tersebut berbentuk gel berwarna biru jika ada di pantai jangan dipegang. Jika dipegang panas bisanya sampai ke jantung.

Ia mengatakan, pihaknya menempatkan sebanyak 69 petugas yang siaga 24 jam selama hari libur Pantai Parangtritis dan Depok.

Total pos pantau di dua pantai tersebut berjumlah 7 pos induk korwil, 1 kantor operasi, serta 17 pos pantau pembantu. Setiap pos pantau dilengkapi dengan peralatan keselamatan mulai dari jaket pelampung, tali, papan surfing, jet ski, perahu, ambulan serta obat-obatan. (AT)

Source link

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *