WikiWirausaha dan WikiExport Dukung Pemberdayaan UMKM

  • Share

(MI/HO)

USAHA mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu terus diberdayakan karena merupakan fondasi dan basis perekonomian nasional. UMKM berkontribusi sebesar 61% terhadap PDB Indonesia dan menyerap 97% dari total tenaga kerja

“Pemberdayaan UMKM menjadi salah satu fokus utama Kadin. Ketika Indonesia dilanda pandemi covid-19, UMKM terbukti mampu menopang perekonomian kita. Upaya ini dilakukan melalui berbagai cara, seperti pelatihan, pendampingan, pembukaan akses modal, maupun akses pasar. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital menjadi perhatian utama. Dengan begitu, diharapkan UMKM bisa meningkatkan kapasitasnya dan memperluas pasar,” ujar Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid.

Komitmen ini ditunjukkan Kadin setidaknya sejak 2022 melalui Gerakan Kewirausahaan Nasional yang diadaptasi dalam program WikiWirausaha dan WikiExport. WikiWirausaha ialah platform sebagai direktori bagi stakeholder mulai dari pelaku UMKM, perusahaan besar, pemerintah, dan pemangku kepentingan lain untuk berkoneksi dan mendukung UMKM naik kelas dengan membagikan informasi seputar akses pasar, akses keuangan, dan pengetahuan. Melalui wikiwirausaha.id, pelaku UMKM yang tergabung akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan hingga akses permodalan sekaligus membangun jejaring. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 600 UMKM yang telah mendapatkan pelatihan melalui platform wikiwirausaha.id.

Baca juga : Ganjar Ungkap Cara Bina 183 Ribu UMKM Lewat Pelatihan Leveling

Adapun WikiExport merupakan inisiatif yang dikembangkan sejak Oktober 2022 bersamaan dengan Gerakan Kemitraan Inklusif. Inisiatif kolaboratif ini merupakan upaya pembinaan dan peningkatan kapasitas UMKM termasuk dalam membuka askes pasar global. Saat ini, ada lebih dari 200 UMKM yang sudah mendapatkan pendidikan dan pelatihan ekspor bersertifikat melalui platform wikiexport.JP (wiki learn) dan wiki Do  yang telah siap melakukan business matching dengan potential buyer maupun mitra luar negeri. 

Dari jumlah tersebut, pada tahun lalu Kadin mendampingi sembilan UMKM untuk melakukan business matching di Tokyo, Jepang. Mereka ialah Pipiltin Cocoa, Alko Sumatra Kopi, Sukkha Citta, Shiroshima, House of Tea, Balista Coffee Liqueur, Sambal Pecah, Jamune, dan Ohana Mie. Kegiatan ini diharapkan mampu membukukan ekspor UMKM ke Jepang sebesar US$1 juta. 

Selain WikiWirausaha dan WikiExport, Kadin berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan kapasitas UMKM, antara lain membantu UMKM dalam proses onboarding digital sehingga mereka terkoneksi dengan ekosistem digital dan memberikan pendampingan legal gratis bagi UMKM dalam menyelesaikan sengketa bisnis. “Salah satu advokasi yang kami lakukan ialah insentif super tax deduction untuk perusahaan yang membina UMKM. Kami mendorong perusahaan bisa mendapat insentif pajak dari program pembinaan UMKM karena program-program ini berdampak langsung bagi kapasitas usaha UMKM tersebut,” tutur Arsjad.

Baca juga : Hari UMKM Nasional, HIPMI: Picu Penyerapan Tenaga Kerja

Komitmen terhadap pengembangan UMKM disampaikan di tengah munculnya persepsi ketidakberpihakan Kadin terhadap UMKM lokal. Hal ini mencuat setelah ada disinformasi mengenai dukungan Kadin terhadap kegiatan pameran China Homelife Indonesia baru-baru ini. engenai hal ini, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Hukum, dan Komunikasi Kadin, Yukki Nugrahawan Hanafi, mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah menandatangani kerja sama untuk pameran tersebut.

Pihaknya menemukan sejumlah disinformasi yang beredar di media massa terkait hal ini. Pertama, penggunaan logo Kadin tanpa izin dalam materi promosi pameran produk Tiongkok di akun media sosial PT Meorient Exhibition International. Kedua, disinformasi terkait pernyataan Managing Director PT Meorient Exhibition International, Larissa Zhou, yang menyebut Kadin sebagai salah satu pendukung penyelenggaraan pameran.

“Kadin Indonesia telah melakukan verifikasi dengan unit-unit terkait dan berkomunikasi dengan pihak-pihak yang bersangkutan untuk mengklarifikasi situasi ini. Langkah ini menunjukkan komitmen kami untuk menjaga nama baik organisasi dan memastikan semua tindakan yang melibatkan nama Kadin dilakukan secara sah dan sesuai prosedur,” tegas Yukki. (Z-2)

Source link

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *