Teknologi 5G akan Dorong Transformasi Industri di Indonesia

  • Share

Direktur Penataan Sumber Daya Ditjen SDPPI Kementerian Kominfo Denny Setiawan bersama Kepala Ericsson Indonesia Krishna Patil.(MI/Melani Teniwut)

INDONESIA sedang mengalami fase transformasi besar dengan diperkenalkannya teknologi 5G, yang diharapkan akan memberikan kontribusi penting bagi ekonomi nasional. 

Menurut laporan terbaru dari perusahaan telekomunikasi Ericsson, teknologi 5G diprediksi akan memberikan sumbangan hingga Rp659 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dalam rentang waktu 2024-2030.

Kepala Ericsson Indonesia Krishna Patil menyoroti peran infrastruktur 5G dalam mempercepat proses digitalisasi di Indonesia serta memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. 

Baca juga : Tingkat Penetrasi Internet Tinggi, Sektor Telekomunikasi sangat Menjanjikan

“Infrastruktur digital solid yang kami bangun di Indonesia akan membantu mengurangi kesenjangan digital, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung transformasi digital di Indonesia,” ungkapnya.

Ericsson, sebagai pelopor uji coba 5G di Indonesia sejak 2021, telah memberikan akses kepada pelanggannya untuk meluncurkan teknologi 5G.

Patil menekankan bahwa akses secara tepat waktu terhadap spektrum pita sedang yang terjangkau akan menjadi pendorong penting untuk mempercepat penyebaran 5G dan mendapatkan manfaat penuh dari konektivitas bagi Indonesia. Ia juga menegaskan pentingnya mendapatkan kejelasan mengenai waktu untuk alokasi spektrum pita sedang dan persyaratan alokasi yang ramah investasi sebagai katalisator untuk mempercepat penyebaran 5G di Indonesia.

Baca juga : Proyek Inkubasi LLV OpenIn Kolaborasi dengan Telkomsel

Menurut GSMA, dari 2024-2030, 5G diperkirakan akan berkontribusi lebih dari US$41 miliar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, memberdayakan negara ini untuk mengembangkan potensi Industri 4.0 dan mewujudkan visi Indonesia Digital 2045.

“5G akan memberdayakan Indonesia untuk mengembangkan potensi Industri 4.0 dan akan menjadi fondasi untuk mewujudkan agenda pemerintah menuju visi Indonesia Digital 2045,” tambah Patil.

Selain peningkatan kecepatan internet, 5G juga akan memiliki dampak signifikan pada berbagai sektor industri, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Baca juga : 3 Sektor Ini Rentan Jadi Sasaran Serangan Siber, Apa Saja?

Direktur Penataan Sumber Daya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Denny Setiawan menyatakan meskipun masih dalam tahap awal, manfaat dari jaringan 5G sudah mulai terasa, terutama dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas di sektor industri.

“Saat ini, beberapa industri sudah memanfaatkan layanan 5G untuk pelanggan mereka. Contohnya, sektor pertambangan seperti Freeport, telah menggunakan jaringan generasi kelima ini untuk operasi alat berat jarak jauh. Hal ini tidak hanya meningkatkan keselamatan pekerja, tetapi juga efisiensi operasional secara keseluruhan,” ujarnya.

Selain sektor pertambangan, teknologi 5G juga diharapkan membawa perubahan besar di industri manufaktur, logistik, dan pertanian. 

Baca juga : Pengamat: Pemerintah Harus Update dengan Perkembangan Teknologi Telekomunikasi

Di sektor manufaktur, 5G memungkinkan otomatisasi pabrik dengan sistem kendali yang lebih canggih dan real-time, yang pada akhirnya meningkatkan output dan kualitas produk. 

Di sektor pertanian, jaringan ini dapat mendukung penggunaan teknologi pertanian presisi yang membantu petani meningkatkan hasil panen dan efisiensi penggunaan sumber daya.

Ericsson menegaskan infrastruktur digital yang kokoh akan menjadi landasan penting bagi transformasi digital di Indonesia. 5G memiliki potensi untuk mengurangi kesenjangan digital, memberikan akses ke layanan yang sebelumnya tidak terjangkau, dan menciptakan peluang ekonomi baru.

Selain memberikan akses internet lebih cepat, 5G juga membuka pintu bagi inovasi di sektor seperti pendidikan dan kesehatan. Contohnya, teknologi ini memungkinkan praktik telemedicine yang lebih luas, meningkatkan akses layanan kesehatan di daerah terpencil. 

Di bidang pendidikan, 5G mendukung pembelajaran jarak jauh yang lebih interaktif dan efisien, mendukung pemerataan pendidikan di seluruh Indonesia.

Tantangan dan kebijakan pendukung

Meskipun potensi teknologi 5G sangat besar, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi untuk memastikan adopsi dan penerapan yang sukses. 

Denny Setiawan menegaskan pentingnya kebijakan pemerintah yang mendukung dan jelas. “Alokasi spektrum pita sedang yang tepat dan persyaratan investasi yang ramah adalah kunci untuk mempercepat penyebaran 5G di Indonesia.”

Selain regulasi, tantangan lainnya termasuk pembangunan infrastruktur fisik, seperti menara telekomunikasi dan jaringan serat optik, yang diperlukan untuk mendukung layanan 5G yang handal. 

Edukasi dan pelatihan bagi tenaga kerja juga penting untuk memastikan bahwa mereka memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk memanfaatkan teknologi ini secara optimal.

Masa depan 5G di Indonesia

Dengan dukungan yang tepat, Indonesia siap untuk mengalami transformasi digital yang signifikan. Teknologi 5G bukan hanya tentang konektivitas yang lebih cepat, tetapi juga tentang membuka peluang baru bagi inovasi, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan ekonomi yang lebih inklusif.

Dalam beberapa tahun ke depan, kita dapat berharap melihat lebih banyak aplikasi praktis dari teknologi 5G di berbagai sektor. Mulai dari otomatisasi pabrik hingga kota pintar yang terhubung, potensi teknologi ini untuk mengubah kehidupan sehari-hari dan mendorong pertumbuhan ekonomi sangat besar.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat, adopsi 5G dapat menjadi pendorong utama dalam mencapai visi Indonesia sebagai negara maju dengan ekonomi digital yang kuat. Ini adalah momen penting bagi Indonesia untuk mengoptimalkan teknologi ini demi masa depan yang lebih baik bagi semua orang.

Manfaat jaringan privat 5G bagi korporasi

Ada beberapa alasan bagi korporasi sebagai pertimbangan untuk menjalankan jaringan privat 5G di fasilitas mereka. Beberapa alasan tersebut di antaranya:

  • Peningkatan koneksi jaringan
  • Jangkauan lebih jauh dibandingkan dengan jaringan WiFi
  • Peningkatan cakupan
  • Latensi rendah untuk lingkungan manufaktur dan pabrik pintar
  • Kontrol penuh atas perangkat korporasi, yang dapat dikonfigurasi untuk meningkatkan keamanan jaringan. (Z-1)

 

Source link

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *