Tak Ada yang Tembus 50 Persen Suara, Pemilihan Presiden Iran Dilanjut Putaran Kedua

  • Share

TEMPO.CO, Jakarta – Pemilihan presiden Iran 2024 berlanjut ke putaran kedua usai tidak ada satupun dari empat calon presiden berhasil mendapat suara mayoritas, demikian menurut juru bicara komisi pemilihan umum Iran Mohsen Eslami, Sabtu, 29 Juni 2024.

Pemilih Iran pada Jumat, 28 Juni 2024 memilih calon presiden yang mereka harapkan menggantikan Ebrahim Raisi, yang meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter di utara negara tersebut pada 19 Mei lalu. 

Eslami menyatakan bahwa surat suara yang terhimpun dari 58.640 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seantero Iran dan 344 lainnya di luar negeri telah semuanya dihitung.

Lebih dari 61 juta warga Iran berhak memilih dalam pilpres kali ini. Dari 24.535.185 suara yang dihitung, calon presiden Massoud Pezeshkian dari kubu reformis, mengungguli putaran pertama pemilu dengan mendapatkan 10.415.991 suara, sementara Saeed Jalili, yang merupakan mantan sekretaris dewan keamanan nasional dan negosiator nuklir Iran mendapat 9.473.298 suara.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf dan mantan menteri kehakiman Mostaf Pourmohammadi gugur dalam pilpres karena hanya mendapat masing-masing 3.383.340 dan 206.397 suara.

Sementara, dua capres lainnya, Amirhossein Ghazizadeh Hashemi and Alireza Zakani mengundurkan diri sebelum pemilihan berlangsung.

Putaran Kedua

Iklan

Undang-undang pemilu Iran menetapkan bahwa jika tidak ada satupun capres yang memperoleh lebih dari 50 persen suara, maka dua calon dengan raihan suara tertinggi akan maju ke putaran kedua pemilu yang akan dilaksanakan pada Jumat pertama setelah hasil pemilu pertama diumumkan.

Dengan demikian, Pezeshkian dan Saeed Jalili akan bertanding di putaran kedua pilpres yang akan dilaksanakan pada 5 Juli 2024 mendatang.

Masoud Pezeshkian merupakan anggota parlemen kawakan Iran dan mantan menteri kesehatan. Dia berhasil mengalahkan lawan-lawannya dalam pemilihan presiden cepat pada Jumat, 28 Juni 2024 dengan memperoleh suara terbanyak.

Sedangkan Saeed Jalili merupakan tokoh politik konservatif Iran. Dia diplomat dan politisi terkenal, dan menjadi salah satu kandidat pertama yang mengumumkan pencalonannya sebagai presiden Iran pada hari pertama untuk mendaftar mencalonkan diri pada 30 April 2024.

ANTARA | ANADOLU
Pilihan editor: Pemilu, Warga Iran di Indonesia Datangi TPS di Kedutaan Besar

Source link

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *