Seorang Ibu di Dusun Hepang-Sikka Ditandu Menuju Puskesmas

  • Share

Warga Tandu Pasien Ke Puskesmas terdekat, Kabupaten Sikka -NTT.(MI/Fransiskus Gerardus Molo)

KESULITAN akses pelayanan kesehatan kembali menjadi sorotan di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah pegunungan. Isna Lia, 20, seorang warga Kampung Hepang, Desa Nenbura, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi contoh nyata dari kesulitan tersebut.

Meski berbagai keluhan sudah disampaikan kepada pemerintah daerah, perbaikan akses kerap tidak juga terwujud. Padahal, dengan kondisi itu dapat berarti banyak nyawa terus terancam. Misalnya, itu terjadi ketika ada warga yang membutuhkan pertolongan medis darurat, termasuk ketika akan melahirkan.

Isna Lia, yang baru saja melahirkan dengan usia kandungan 6 bulan, harus menghadapi situasi genting. Tanpa akses yang memadai, ia harus ditandu oleh warga setempat menuju puskesmas setelah melahirkan di rumahnya sendiri. Sayangnya, bayi yang dilahirkan Isna tidak berhasil bertahan.

Baca juga : Ibu Hamil Rujukan Puskesmas Ritaebang Melahirkan di Kapal

Berbeda dengan akses pelayanan kesehatan yang lebih mudah diperoleh oleh sebagian besar ibu hamil melalui mobil puskesmas Keliling yang dijemput langsung di rumah, Isna harus menempuh perjalanan sulit yang memakan waktu.

Perjalanan panjang dimulai dengan menggunakan tandu improvisasi dari bambu dan kain sarung oleh warga setempat. Meskipun jarak yang ditempuh hanya 2 kilometer, perjalanan tersebut memakan waktu hingga 2 jam karena kondisi jalan yang rusak parah, berbatu, dan licin, terutama di musim hujan seperti ini.

Namun, berkat ketabahan dan kegigihan para warga, Isna akhirnya tiba di lokasi yang dapat dijangkau oleh mobil ambulans. Dari sana, ia dibawa ke Puskesmas Habibola, yang juga berjarak cukup jauh. Setelah dilakukan observasi, kondisi kesehatan Isna dinilai cukup stabil sehingga dapat ditangani di puskesmas tersebut.

Kisah perjuangan Isna Lia menjadi cerminan dari ketidaksetaraan akses kesehatan yang masih dihadapi oleh sebagian masyarakat di daerah terpencil. Warga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih dalam memperbaiki infrastruktur dan meningkatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah-wilayah yang membutuhkan, sehingga tragedi serupa dapat diminimalisasi di masa mendatang. (Z-2)

Source link

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *