Rumah Akademik Masa Depan Profesional dan Kreatif di Prodi PBSI Unika Santu Paulus Ruteng

  • Share

Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) di Unika Santu Paulus Ruteng menawarkan ekosistem pendidikan(Unika Santu Paulus Ruteng)

ADA yang menarik dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) di Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng. Tidak hanya ekosistemnya yang menarik, para mahasiswa juga mendapat dukungan dengan sistem perkuliahan kompherensif, kolaboratif, dan ruang ekspresi dan berinovasi

“Prodi PBSI Unika Santu Paulus Ruteng merupakan tempat belajar segala hal istimewa sebagai prospek baru menjawabi dunia kerja para milenial,” ujar Koordinator Unit Kegiatan Mahasiswa Literasi Sastra (UKM Litera) Unika Santu Paulus Ruteng, Bernardus Tube Beding, M.Pd. saat kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMAK Santa Maria Iteng Satarmese, Kabupaten Manggarai, Sabtu (25/5/2024). 

Mahasiswa Prodi PBSI dituntut mampu mengkaji dan menganalisis bahasa dan sastra Indonesia dengan baik. Sayangnya, jurusan ini masih sering dianggap sebelah mata, padahal memiliki prospek kerja yang cerah. 

Baca juga : Mulai Tahun Ini, Harvard Hadirkan Mata Kuliah Bahasa Indonesia

“Mahasiswa yang kuliah di Prodi PBSI belajar juga mengenai ilmu linguistik, seperti fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan prgmatik. Tak ketinggalan materi bidang kesusastraan mulai dari teori, apresiasi, unjuk kerja, kritik, hingga pengkajian karya sastra Indonesia,” ungkap dosen asal Lamalera Lembata itu. 

Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unika Santu Paulus Ruteng, Bernardus Tube Beding (Dok. Unika Santu Paulus Ruteng)

Proses tersebut, lanjut dosen Pragmatik itu, menjadikan mahasiswa otomatis kelak menjadi guru atau pendidik. 

“Menjadi guru itu pasti karena roh pendidikan di Prodi PBSI menjadikan mahasiswa kelak menjadi guru dan pendidik bahasa dan sastra Indonesia. Lulusan Prodi PBSI mendapat gelar Sarjana pendidikan (S.Pd.). Itu artinya dia siap menjadi guru,” tutur tuturnya  

Baca juga : Ini Empat PTS Wilayah Purwokerto yang Raih Peringkat di Uni Rank 2024

Tidak hanya bahasa dan sastra saja. “Kami di Prodi PBSI Unika Santu Paulus Ruteng membangun ekosistem pendidikan yang kognitif, kreatif, ekspresif, kolaboratif, kompetitif, profesional, iniovatif, dan berkarakter,” ungkap Bernadus. 

Pada kesempatan berbeda, Ketua Program Studi PBSI, Bonefasius Rampung, S.Fil., M.Pd mengungkapkan Prodi PBSI merupakan bagian dari FKIP yang intinya mendidik. 

“Prodi PBSI menjadi bagian dari FKIP dengan orientasi pada roh mendidik. Dan mendidik itu mencakup totalitas diri manusia yang mencari arti dan nilai yang dalam istilah lain berkaitan dengan berbagai keutamaan,” ungkap imam Keuskupan Ruteng itu melalui pesan Wahatsapp kepada media ini, Jumat (24/5/2024).

Baca juga : Universitas LIA Benchmarking Kurikulum ke ITB

Lebih lanjut, RD. Bone mengungkapkan, Out put atau profil lulusan harus mencerminkan nilai dasar yang dianut. 

“Apa pun jenis keterampilan dan pekerjaan yang akan digeluti alumni sesuai talenta masing-masing, tetapi bermuara dari satu hulu yang sama. Sebagai pegiat di bidang bahasa, Prodi PBSI berandil besar karena semua ilmu dipelajari melalui bahasa. Negara sudah menetapkan Bahasa Indonesia dijadikan penghela ilmu pengetahuan. Karena itu, mahasiswa yang ambil Prodi PBSI harus berbangga karena secara khusus mendalami ilmu bahasa ini,” terang RD. Bone. 

Alumni Prodi PBSI

Alumni Prodi PBSI, Fransiskus Opileoanus Sanjaya, M.Pd. mengaku bangga menjadi bagian dari prodi ini. 

Baca juga : Unika St Paulus Ruteng Gelar Dies Natalis ke-65

“Saya merasakan betul bagaimana PBSI sangat mendukung dan mendorong mahasiswanya untuk berprestasi dalam bidang pendidikan, berkarya dan menjadi pelaku bahasa yang baik di tengah masyarakat, dan beriman teguh kepada Tuhan,” ungkap alumnus yang sekarang mengabdi sebagai pendidik di SMAK Santu Klaus Kuwu. 

Oan Soro, alumni PBSI saat dihubungi melalui Whatsapp mengungkapkan menjadi Guru tentu merupakan suatu hal yang menyenangkan. Dua bekal dari Unika yang ia perolah adalah kemampuan menulis dan komunikasi. 

“Pastinya dalam beberapa kesempatan dalam hidup, kedua hal ini membawa perubahan dan menghidupi kehidupan saya. Jaya selalu untuk Program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unika St. Paulus Ruteng. Tetap menjadi Prodi yang melahirkan wisudawan yeng berkompeten. Selalu Keren,” ungkap Oan. 

Proofreader di PPKK Fisipol UGM, Ugi Suharjo menilai Prodi ini mengalami kemajuan setiap tahunnya. Di mana kurikulum yang menyesuaikan kebutuhan lapangan pekerjaan, SDM pengajar yang profesional, dan meraih akreditasi B pada 2020.

“Saya sebagai alumnus bangga pernah menjadi bagian dari PBSI. Saya belajar banyak hal tentang bahasa, sastra, dan budaya, baik di dalam maupun di luar kelas. Proses ini tidak terlepas dari dukungan dan motivasi para dosen,” ujar ugi yang kini menempuh Program Magister PBSI Universitas Negeri Yogyakarta. 

Yohana Helena Ratih, Pendidik SMAK Santu Fransiskus Ruteng, mengaku belajar di Prodi ini tidak hanya menjadi guru. 

“Prodi PBSI tidak hanya mengajarkan para alumnus untuk menjadi pengajar tetapi juga menjadi jurnalis, sastrawan dan pastinya keterampilan public speaking yang baik.Hal ini sangat membantu para alumnus di tempat kerja,” ungkap alumnus tahun 2016 itu. 

Prodi ini dinilai Donatus Juito Ndasung, M.Pd, Alumni PBSI Unika Santu Paulus angkatan 2014 pas untuk siswa-siswi yang baru lulus SMK. “Kita tidak hanya dapat pembelajaran di kelas. Tapi dibekali juga dengan skil dan kreatifitas sesuai bakat dan minat kita,” celetuk Donatus. 

Unit Kegiatan Mahasiswa

Prodi ini juga dilengkapi dengan sejumlah fasilitas. Yosefina Eufrasia Tais, alumnus Prodi PBSI 2021 mengatakan ada sejumlah unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang disediakan untuk mengembangkan bakat dan minta mahasiswa. 

“alah satu UKM yang mengembangkan kemampuan saya selama berkuliah, yaitu UKM literasi Sastra. Peluang karir lulusan Prodi PBSI tidak hanya menghasilkan guru bahasa Indonesia di lembaga pendidikan formal. Namun menjawab kebutuhan berkarir dibidang lainya seperti pemandu acara/MC, presenter/penyiar yang saya geluti sekarang,” ungkap Merchandiser CV Pelita Timur (Nirwana Group) itu. 

Profesional

Mengusung visi  “Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Unika Santu Paulus Ruteng pendidik pemula, peneliti pemula, dan wirausahawan bidang bahasa dan sastra Indonesia yang unggul di kawasan Indonesia Timur sesuai semangat iman Katolik dan nilai Pancasila”, Prodi ini menjadi pilihan tepat membangun masa depan yang profesional, kompeten, humanis, dan berkarakter.

Sejumlah profesi lahir dari prodi ini. Pertama Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Kedua, jurnalis dan editor yang mampu menulis, menganalisis, dan melaporkan peristiwa sesuai kaidah kebahasaan. Berikutnya penulis, penerjemah, dan interpreter.

Mengikuti perkembangan zaman, mahasiswa juga disiapkan menjadi penulis konten untuk situs dan branding awareness. Ada Public Relations dalam mengelola informasi publik untuk di antisipasi, analisa, dan dimengerti opini publik terhadap perusahaan atau merek. 

Profesi berikutnya ada leksikografer, yakni ahli dalam perkamusan. Mahasiswa Prodi PBSI disiapkan juga menjadi ahli bahasa dalam membantu, menganalisis, dan mengkaji berbagai masalah kebahasaan yang tidak jarang menjadi konflik sehingga dibawah ke jalur hukum. Mahasiswa juga dilatih membangun rasa percaya diri untuk menjadi pewara (MC), aktor/aktris, dan sutradara. 

Bagi mereka yang ingin lanjut ke jenjang pascasarjana, Prodi ini sudah menyiapkan program pascasarjana, sehingga mereka bisa bekerja sebagai dosen. 

Adriani Miming, mahasiswa prodi PBSI mengungkapkan, Prodi PBSI Unika Santu Paulus Ruteng terus mengembangkan keilmuan bidang bahasa dan sastra untuk mendidik talenta muda.

“Mari bergabung bersama kami di Prodi PBSI Unika Santu Paulus Ruteng. Saatnya menjadi generasi berkualitas, berwawasan luas, kreatif, inovatif, berkarakter, dan juga memiliki jiwa entrepreneurship bersama Prodi PBSI Unika Santu Paulus Ruteng,” ungkap mantan jurnalis Media Indonesia itu. 

Saat ini Prodi PBSI berstatus terakreditasi dan memiliki kurang lebih 455 mahasiswa berasal dari berbagai latar belakang suku dan budaya. Kurang lebih 18 dosen professional dan berkompeten di bidang masing-masing dari lulusan dalam dan luar negeri. (Z-3)

 

Source link

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *