RS Ukrida Buka Klinik Kedokteran Kerja

  • Share

Seminar yang digelar dalam rangka pembukaan klinik kedokteran kerja di RS Ukrida.(MI/HO)

DIRENCANAKAN sejak 2023, akhirnya, Klinik Kedokteran Kerja atau Kedokteran Okupasi Rumah Sakit Ukrida resmi dibuka pada akhir bulan lalu. 

Sebagai penanda pembukaan klinik kedokteran kerja itu, RS Ukrida menggelar seminar dan temu wicara bagi pekerja di Auditorium Seruni RS UKRIDA. Sekitar 70 peserta dari berbagai perusahaan turut hadir, baik secara luring maupun daring.

Mengawali acara, Direktur RS Ukrida Tuan Juniar Situmorang memberikan kata sambutan. Dalam pidato singkatnya, ia menyampaikan bahwa RS Ukrida memiliki empat dokter spesialis kedokteran kerja yang kompeten di bidangnya.

Baca juga : Inovasi SIMRS UPMEDIK, Solusi Digitalisasi Rumah Sakit dan Klinik di Indonesia

“Kami berharap, sumber daya yang kami miliki bisa lebih bermanfaat buat orang banyak. Selain itu, ada kemudahan bagi masyarakat yang ingin mengakses layanan tersebut. Melalui seminar yang menandai pembukaan Klinik Kedokteran Kerja ini, kami juga berharap bahwa setiap peserta bisa pulang dengan membawa insight baru, yang bisa disampaikan di tempat kerja masing-masing,” ujarnya.

Ada tujuh pembicara dalam seminar tersebut, yaitu Johannes Hudyono yang membawakan topik “Layanan Kedokteran Okupasi RS-FKIK Ukrida dan MCU Berbasis Kedokteran Okupasi”; Agustina Puspitasari dari Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (Perdoki), yang membawakan topik “Bahaya Pajanan Potensial Biologi di Tempat Kerja”; Titis Mariyamah yang membawakan topik “Penerapan Prinsip Ergonomi dalam Mencegah Gangguan Otot Rangka” secara daring; Liem Jen Fukyang membawakan topik “An Overview of the Potential Health Impacts of Workplace Chemical Exposure”.

Selain itu, ada pula Yusuf Handoko yang membawakan topik “Bahaya Pajanan Potensial Fisik di Tempat Kerja” secara daring; Yosephin Sri Sutanti yang membawakan tema “Risiko Psikososial di Kalangan Pekerja”; dan Anita Saptarina dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) Wilayah Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta, yang membawakan topik “Jaminan Penyakit Akibat Kerja dan Kecelakaan Kerja”.

Baca juga : Asosiasi Dokter Herbal Minta Fitofarmaka Bisa Diresepkan untuk Pasien BPJS Kesehatan

Melalui berbagai topik yang disampaikan dan sesi tanya jawab yang disediakan, penyelenggara berharap peserta mendapatkan informasi mengenai manfaat layanan di Klinik Kedokteran Kerja. 

Salah satunya adalah seperti yang disampaikan Johannes Hudyonodalam pemaparannya. “Pelayanan Kedokteran Kerja atau Kedokteran Okupasi merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan dan produktivitas karyawan di tempat kerja. Tidak hanya itu, pelayanan okupasi atau kedokteran kerja ini juga merupakan komponen penting dalam memastikan keberlanjutan bisnis.”

Acara yang berlangsung sekitar empat jam tersebut, kemudian ditutup dengan tur rumah sakit supaya peserta dapat melihat secara langsung, fasilitas yang disediakan RS UKRIDA dalam menunjang kesehatan pekerja. (RO/Z-1)

Source link

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *