Proses Marc Marquez Gabung Ducati Lenovo, Awalnya Bukan Opsi Utama

  • Share

SAXONY, iNews.id – Proses Marc Marquez bergabung dengan Ducati Lenovo diceritakan langsung oleh sang pembalap. Rider Gresini Ducati itu menjelaskan, prosesnya tak terlalu cepat tetapi tim pabrikan Ducati mampu membuatnya yakin untuk merapat. 

Setelah 11 tahun bersama Repsol Honda, pembalap asal Spanyol itu akhirnya hijrah ke Gresini Ducati pada MotoGP 2024. Tujuannya jelas, dia ingin menyelamatlan kariernya yang terjun bebas dalam beberapa musim terakhir. 

Keputusan itu ternyata tepat. Tak disangka performanya mengesankan dalam musim debutnya dengan Gresini. Dia bisa cepat beradaptasi sehingga bisa duduk di peringkat ketiga klasemen sementara MotoGP 2024 dengan raihan 166 poin dari sembilan seri yang telah berjalan.

Kondisi itu membuat tim pabrikan Ducati tak butuh waktu lama untuk jatuh hati kepadanya. Dia direkrut setelah enam seri berjalan untuk mendampingi Francesco Bagnaia mulai MotoGP 2025 mendatang dengan kontrak multitahun. 

Marquez menjelaskan, proses kedatangannya ke Ducati Lenovo tak berjalan cepat. Bahkan pada awalnya tim pabrikan Borgo Panigale bukanlah opsi utamanya karena dia sadar dirinya juga bukan pilihan utama mereka karena adanya Jorge Martin, yang ternyata malah merapat ke Aprilia Racing.

“Tidak, itu (bergabung dengan tim pabrikan Ducati) adalah pendekatan yang merupakan opsi C. Anda tidak lagi menempatkannya di urutan kedua, tapi ya, mengapa tidak?” ujarnya dilansir dari Motosan, Kamis (11/7/2024). 

Marquez mengatakan, pada akhirnya ada dua merek lagi, dua merek Eropa yang berkinerja baik dan memiliki metode kerja serta mengalami kemajuan dalam beberapa tahun terakhir dan memenangkan perlombaan. Jadi, menurutnya itu adalah pilihan yang nyata. 

“Kalau saya Ducati, saya tidak akan takut dengan merek lain. Bahkan jika itu terjadi pada pembalap mana pun, karena dia tahu bahwa sekarang mereka memiliki salah satu pembalap tercepat di grid, yaitu Pecco,” katanya juara MotoGP enam kali itu.

“Ya, banyak pembalap yang cepat. Tapi selalu ada dua atau tiga orang yang tercepat. Mereka punya satu. Yah, saya tidak akan takut jika pembalap lain pergi, karena mereka tahu kalau bukan saya, itu Martín. Martin melaju sangat cepat,” tuturnya. 

Namun, ada yang membuatnya makin yakin bergabung dengan tim pabrikan Ducati, yakni kejelasan soal tugasnya nanti. Pembalap berjuluk The Baby Alien itu sangat cocok dengan visi yang mereka miliki dan juga merasa bisa kompetitif sehingga tanpa ragu menerima pinangan mereka. 

“Karena? Mereka selalu memberi saya penjelasan atau jawabannya lugas dan tegas. Itu adalah: ‘Melihat profesi Anda di enam balapan pertama dengan 23 balapan, kami sangat senang dan kami yakin Anda dapat melakukannya dengan sangat baik dengan motor resmi.’ Itu dia,” ujar pembalap berusia 31 tahun itu. 

“Saya bilang Oke, saya terima. Kami berbicara tentang kondisi dan semua ini. Saya puas, saya senang dan hanya itu. Jadi, ketika saya puas di suatu tempat, bahagia, bahagia, dan selain itu, saya merasa kompetitif, karena tidak perlu mencari di tempat lain,” ucapnya.

Editor : Abdul Haris

Source link

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *