Pencemaran Sungai Citarum Perlu Penanganan Serius

  • Share

Sejumlah aktivis dari Walhi Jawa Barat membentangkan spanduk kampanye saat Aksi untuk Kualitas Air Sungai Citarum di Kabupaten Bandung.(ANTARA FOTO/Novrian Arbi)

BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan adanya kontaminasi paracetamol dan amoxilin di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum Hulu di Jawa Barat.  Direktur Pascasarjana Universitas Yarsi Tjandra Yoga Aditama mengungkapkan, perlu penanganan serius agar hal itu tidak berdampak pada manusia.

Pasalnya jika air tersebut diminum, maka artinya warga itu meminum juga antibiotika amoksisilin dalam dosis rendah. Jika dilakukan berkepanjangan, maka artinya warga akan terus minum antibiotika yang pada akhirnya dapat terjadi resistensi antibiotika.

“Selama ini banyak dibicarakan bahwa AMR terjadi kalau seseorang makan antibiotika berlebihan, atau tidak teratur, atau tidak dihabiskan sesuai dosisnya. Nah, pencenaran sungai Citarum ini menunjukkan bahwa resistensi AMR juga dapat terjadi karena kerusakan lingkungan,” kata Tjandra, Selasa (9/7).

Baca juga : Dua Jenazah Perempuan Misterius Ditemukan di Sungai Citarum

Kedua, lanjut dia, dalam penelitian BRIN disebutkan juga bahwa ada peternakan di tepi sungai yang mungkin mencemarkan sungai dengan antibiotika.

“Kita tahu bahwa ada semacam praktek buruk yang memberikan antibiotika pada ternak sebagai bagian untuk pertumbuhan hewan ternak, sebagai growth promotor, yang tentu kebiasaan yang salah. Data menunjukkan bahwa konsumsi antibiotika di dunia lebih banyak pada hewan ternak daripada untuk manusia,” beber dia.

Ketiga, lanjut dia, dua hal diatas, lingkungan sungai dan antibiotika hewan ternak serta dampaknya pada manusia, membuktikan mutlak perlunya konsep one health atau satu kesehatan, yang merupakan kerja bersama kesehatan manusia, kesehatan Hewan dan kesehatan lingkungan. (P-5)

 

Source link

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *