Pasangan Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie Mendaftar di KPU Jawa Barat

  • Share

TEMPO.CO, Bandung – Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Ahmad Syaikhu dan Ilham Habibie tiba di Kantor KPU Jawa Barat, Bandung, Rabu, 29 Agustus 2024. Keduanya didampingi petinggi partai politik pengusungnya, di antaranya Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Ahmad Heryawan, Ketua DPW PKS Jawa Barat Haru Suhandaru, Ketua DPD Partai NasDem Jawa Barat Saan Mustopha, serta Plt. Ketua DPW PPP Jawa Barat Pepep Saepul Hidayat.

Rombongan Ahmad Syaikhu dan Iham Habibie tiba pukul 10.47 WIB di KPU Jawa Barat, di Jalan Garut, Bandung. Hanya sebagian kecil saja rombongan partai pengiring pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang diperbolehkan masuk areal Kantor KPU Jawa Barat. Sebelumnya KPU Jawa Barat sengaja memberlakukan pembatasan rombongan pasangan bakal calon yang boleh mengantar hingga proses pendaftaran.

Ahmad Syaikhu dan Ilham Habibie kompak mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana kain berwarna abu gelap. Keduanya disambut tarian penyambut tamu sebelum dipersilakan menuju Aula KPU Jawa Barat.

Pasangan Asih menunjuk mantan gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, sebagai ketua tim pemenangan. “Saya baru saja ditunjuk sebagai ketua tim,” kata Ahmad Heryawan, saat memberikan sambutan pengantara di Aula KPU Jawa Barat.

Aher, sapaan Ahmad Heryawan, mengatakan,  dirinya atas nama pimpinan partai politik di tingkat Jawa Barat mengantarkan Ahmad Syaikhu dan Ilham Habibie untuk mendaftarkan diri sebagai bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur Jawa Barat. “Kami akan terus mengikuti prosesnya dengan baik dan memohon pada KPU untuk menerima pendaftaran ini,” kata dia.

Ia kemudian menyerahkan secara simbolis surat dukungan partai politik pengusung pasangan Asih yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai NasDem, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pasangan Asih kemudian menandatangani surat pernyataan naskah visi dan misi pasangan calon.

 Bakal calon gubernur Ahmad Syaikhu mengatakan, dirinya dan Ilham Habibie bersama petinggi partai politik pengusung memperkenalkan akronim Asih saat memberikan sambutan di Aula KPU Jawa Barat. “Saya Ahmad Syaikhu, ini Ilham Habibie, kalau orang menyebutnya Asih,” kata dia.  

 Ahmad Syaikhu menyampaikan harapannya pada pilkada di Jawa Barat. “Kita berharap pilkada ini adalah pilkada yang memang bisa mewujudkan pilkada yang berkualitas, profesional, dan bermartabat. Sehingga akan melahirkan kepemimpinan yang memiliki integritas dan bermartabat,” kata dia.

 Ketua KPU Jawa Barat Ummi Wahyuni mewakili KPU Jawa Barat mengucapkan selamat datang. Ia menyatakan berkas pendaftaran yang diterima  sudah lengkap. “Barusan terkonfirmasi dari teman-teman sekretariat, pasangan ini dinyatakan lengkap dokumennya. Selanjutnya izinkan kami untuk melakukan verifikasi administrasi,” kata dia di Aula KPU Jawa Barat.

Iklan

Ummi mengatakan, seluruh pasangan bakal calon selanjutnya akan mengikuti tes kesehatan yang akan berlangsung dua hari yakni 30-31 Agustus 2024. “KPU Provinsi Jawa Barat hari ini menunjuk Rumah Sakit dr Hasan Sadikin (RSHS), Insyaallah besok pukul 7 pagi, kita akan melakukan pemeriksaan kesehatan untuk bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat,” kata dia.

 Selepas menyerahkan daftar, pasangan Ahmad Syaikhu dan Ilham Habibie menggelar konferensi pers.

“Tadi alhamdulillah kita sudah mendaftarkan diri sebagai bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur Jawa Barat, diterima langsung oleh Ketua KPU Jawa Barat bersama beberapa komisioner lainnya, disaksikan juga oleh Ketua Bawaslu beserta komisionernya, dan juga partai-partai pendukung. Alhamdulillah dengan pendaftaran ini meyakinkan diri untuk Insyaallah bisa maju dalam kontestasi pilkada 2024 yang akan datang,” kata Ahmad Syaikhu.

Ahmad Syaikhu  memperkenalkan pasangannya, putra Presiden RI ke-3 BJ Habibie, yang diklaimnya sangat memahami Iptek. “Kami berkomitmen untuk menjalankan pilkada yang demokratis, aman, damai, dan bermartabat, sesuai dengan apa yang di ingatkan oleh ayahanda Ilham Habibie, beliau mengingatkan bahwasanya dalam berdemokrasi tidak cukup hanya sekedar kebebasan saja yang ada, tapi di sana juga perlu ada kedisiplinan,” kata dia.

“Demokrasi bukan kebebasan tanpa disiplin tentu akan menimbulkan anarkisme yang tidak diinginkan oleh kita. Sebaliknya ketika kita hanya berdasarkan disiplin tanpa adanya kebebasan maka negeri ini akan cenderung pada otoritarianisme, oleh karena itu kita ingin mewujudkan sekemampuan kami Jawa Barat yang maju, adil, dan sejahtera,” kata Ahmad Syaikhu.

Di kesempatan yang sama, Ilham Habibie menyinggung soal penerapan teknokratis dalam pembangunan Jawa Barat.

“Kita harus menciptakan sebanyak mungkin lapangan pekerjaan, itu yang sangat penting. Kedua, kita harus juga membuat pendidikan yang kita bisa peroleh untuk rakyat lebih nyambung agar supaya rakyat kita bisa bekerja dengan lebih baik dan mendapatkan pekerjaan. Ketiga adalah kita harus mendukung tetap UMKM, karena UMKM adalah penyedia daripada 90 persen lapangan pekerjaan. Banyak masalah lain, tapi ekonomi di provinsi terbesar di Indonesia itu sangat penting. Kita lihat saudara-saudara kita terancam PHK, itu harus kita stop, kita harus membuat lapangan pekerjaan baru buat mereka,” kata dia.

Source link

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *