banner 728x250

Menjelang Mudik Lebaran Jasa Marga Menyediakan Diskon Tarif Tol hingga Menambah SPKLU

  • Share
banner 468x60

TEMPO.CO, Jakarta – Menjelang arus mudik Lebaran 2024 atau Idulfitri 1445 Hijriah, Jasa Marga mempersiapkan layanan. Adapun layanan tersebut antara lain diskon tarif tol hingga peniadaan masa kedaluwarsa e-tol.

Example 300x600

1. Tanggapan Tarif Tol Gratis

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Subakti Syukur berkomentar soal alasan tidak menggratiskan tarif tol selama arus mudik dan balik Lebaran 2024, seperti di Malaysia.

“Di Malaysia itu dua hari gratis karena pemerintah mengompensasi sebesar 37,6 juta Ringgit atau Rp126,3 miliar,” katanya saat rapat dengar pendapat bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat, Rabu, 3 April 2024.

2. Meniadakan Masa Kedaluwarsa E-Toll

Persiapan menjelang arus mudik dan libur panjang Jasa Marga meniadakan pengaturan masa kedaluwarsa e-toll pada periode Lebaran 2024. Kebijakan itu untuk kelancaran arus mudik dan balik Lebaran.

“Jasa Marga meniadakan pengaturan masa kedaluwarsa e-toll pada Lebaran kali ini, sehingga  tidak perlu dikhawatirkan oleh pengguna jalan,” kata Lisye Octavia, Corporate Communication and Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk, pada Rabu, 3 April 2024.

Kalau ada pengguna  jalan yang menemui kendala e-toll kedaluwarsa, maka transaksi akan dibantu oleh petugas Jasa Marga ke reader di Gardu Tol Otomatis (GTO).

3. Tol Solo-Yogya hingga Ngawen Klaten

PT Jasamarga Jogja Solo, anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk akan membuka Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo mulai dari Colomadu-Ngawen Klaten sepanjang 22 kilometer. Para pemudik bisa menggunakan jalur ini selama periode mudik dan balik Lebaran 2024.

“Untuk mendukung pelayanan optimal bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dan menghabiskan liburan di wilayah Yogyakarta pada periode Hari Raya Idulfitri,” kata Direktur Utama PT JMJ Rudy Hardiansyah dalam keterangan resmi pada Rabu, 3 April 2024.

Dari jalur fungsional ini, kata Rudy, masyarakat tidak perlu melewati 15 titik Lampu APILL (Alat Pemberi isyarat Lalu Lintas). Waktu perjalanan dari Akses atau Gerbang Tol (GT) Colomadu menuju Klaten hanya 25 menit jika dibandingkan dengan jalan nasional.

4. SPKLU di Rest Area dan Posko Kesehatan

Jasa Marga mengoptimalkan rest area untuk pengguna jalan. Salah satunya, dengan menambah jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di rest area Jasa Marga Group.

“SPKLU di rest area Jasa Marga saat ini mencapai 49 titik, yang sebelumnya hanya 17 titik,” kata Direktur Utama PT Jasamarga Related Businnes (JMRB) Denny Abdurachman, Selasa, 2 April 2024.

Denny menjelaskan, 11 SPKLU telah ditingkatkan dari normal charging menjadi fast charging. Daya baterai bisa terisi optimal dalam waktu 30 menit. Jasa Marga berkolaborasi dengan Pertamina untuk memastikan kecukupan bahan bakar minyak (BBM) pengguna jalan di SPBU rest area.

Persiapan lainnya, kata Denny, Jasa Marga bersama stakeholder menyediakan 29 posko kesehatan di sejumlah rest area. Posko ini membantu pengunjung untuk melakukan pengecekan kesehatan selama perjalanan.

5. Diskon Tarif Tol

PT Jasa Marga memberi diskon tarif tol 20 persen untuk jalan Tol Trans Jawa yang dikelola, dari Jakarta menuju Semarang dan sebaliknya pada 3-5 April 2024. Tujuan pemotongan ini untuk mengurai kepadatan lalu lintas saat puncak arus mudik lebaran, perkiraan pada 5 April-10 April.

“Potongan tarif 20 persen ini berlaku di Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Jalan Layang MBZ, Jalan Tol Palimanan-Kanci, Jalan Tol Batang-Semarang dan Jalan Tol Semarang Seksi ABC,” kata Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Octaviana melalui keterangan tertulis, Senin, 1 April 2024.

Diskon ini berlaku dari Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek menuju GT Kalikangkung Jalan Tol Batang-Semarang pada arus mudik. Kemudian, dari GT Kalikangkung Jalan Tol Batang-Semarang menuju GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada arus balik.

RIANI SANUSI PUTRI | NOVALI PANJI NUGROHO | AYU CIPTA

Pilihan Editor: Mengapa Indonesia Tak Bisa Menggratiskan Jalan Tol saat Lebaran Seperti Malaysia?

Source link

banner 325x300
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *