KLHK IKN Jadi Prioritas untuk Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan

  • Share

Suasana pembangunan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

DIREKTUR Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Thomas Nifinluri mengungkapkan bahwa Ibu Kota Nusantara (IKN) dan sekitarnya yang berada di wilayah Kalimantan Timur menjadi prioritas untuk antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurutnya, KLHK terus mendorong penetapan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla di Provinsi Kalimantan Timur. Langkah ini sebagai upaya pencegahan dan untuk mengoptimalkan mobilisasi sumber daya.

Keberadaan IKN di Kalimantan Timur dan agenda nasional penting yang akan diselenggarakan di IKN harus menjadi prioritas untuk antisipasi karhutla.

Baca juga : KLHK Pastikan Petugas Gerak Cepat Atasi Titik Panas di Kaltim

“Sepanjang 2024 dalam tiga bulan pertama ini terjadi peningkatan titik panas dan luas karhutla yang sangat signifikan di wilayah Kalimantan Timur. Sampai dengan bulan Maret luas karhutla di provinsi ini sudah mencapai sekitar enam ribu hektare. Selain itu kondisi iklim masih berpotensi memicu kondisi kerawanan karhutla yang cukup tinggi. Ini menjadi pertimbangan dalam penetapan Status Siaga Darurat,” kata Thomas, Jumat (10/5).

Thomas menceritakan bagaimana pembelajaran karhutla tahun 2019 di mana karhutla yang terjadi wilayah lain dampak asapnya berpotensi masuk ke wilayah Kalimantan Timur, termasuk juga wilayah IKN sehingga harus diwaspadai.

Adapun, KLHK mencatat adanya peningkatan kebakaran hutan dan lahan sebesar 55% pada tahun ini dibandingkan dengan 2023.

Baca juga : Karhutla 2024 Meningkat 55% Dibanding Tahun Lalu

Berdasarkan penghitungan KLHK, pada periode Januari hingga Maret 2024 menunjukkan luas karhutla sebesar 20.623,755 hektare, sedangkan untuk tahun 2023 di periode yang sama seluas 13.299,28 hektare.

“Sebanding dengan kenaikan hotspot, luas karhutla juga dipengaruhi dengan masih adanya El Nino pada awal tahun 2024. Sedangkan pada tahun 2023, pengaruh El Nino muncul pada pertengahan tahun 2023. Namun, kondisi ini diprediksi turun secara gradual menuju netral mulai Juni 2024. Kemudian pada bulan Juli 2024 wilayah Indonesia memasuki musim kemarau,” kata Thomas.

Ia membeberkan, provinsi dengan luas karhutla tertinggi periode Januari – Maret 2024 yaitu Kalimantan Timur 6.013 hektare, Riau 2.786 hektare, Sumatera Utara 2.429 hektare, Aceh 2.001 hektare dan Sulawesi Tengah 1.472 hektare. (Ata)

Source link

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *