Keutamaan Nama Allah Dibandingkan dengan Asmaul Husna yang Lain

  • Share

Tulisan Allah swt dalam bahasa Arab.(DOK @limofficial_lirboyo di Instagram.)

SEBELUMNYA kita sudah membahas bahwa Allah subhanahu wa taala punya banyak nama terindah atau disebut asmaul husna. Allah merupakan salah satu nama-Nya. 

Allah merupakan nama-Nya yang termasyhur dan paling agung. Lafal Allah biasanya disebut dengan ismu al jalalah atau lafdzu al jalalah. Keduanya secara literal bermakna nama atau lafal yang mulia atau agung. Penjelasannya secara ringkas diambil dari kitab Al-Maqshadul Asna ala Syarah Asmaul Husna lil Imam Al-Ghazali yang dilansir @limofficial_lirboyo di Instagram.

Hakiki atau wujud melalui zat-Nya sendiri

Allah satu-satunya zat yang wujudnya hakiki. Artinya, Dia mewujud melalui zat-Nya sendiri. Tidak seperti sesuatu selain Dia yang hanya memperoleh wujud lewat perantaraan-Nya. Segala wujud akan musnah kecuali wujud-Nya yang kekal abadi.

Baca juga: Mengenal 20 Sifat Wajib Allah serta Arti, Dalil, dan Lagunya

Dibandingkan dengan nama-nama yang lain, Allah merupakan nama yang paling agung (al ismu al azhom). Ada dua alasan yang mendasarinya.

Nama yang mewakili seluruh sifat-Nya

Nama Allah telah menghimpun seluruh sifat-Nya. Sedangkan nama-nama-Nya yang lain hanya menunjukkan satu sifat.

Ketika Allah dinamai ar rahman itu hanya menunjukkan satu sifat, yakni sifat maha mengasihi. Berbeda dengan nama Allah, seluruh sifat sudah terwakili seperti maha mengasihi, maha mengetahui, maha merajai, dan seterusnya.

Nama yang khusus

Allah adalah nama yang paling khusus. Tidak ada yang dinamai Allah kecuali Allah swt. Kita pasti tidak pernah mendapati manusia yang bernama allah.

Baca juga: Ini 99 Asmaul Husna sebagai Wirid dan Doa serta Lantunannya

Coba kita bandingkan dengan nama-nama-Nya yang lain. Contohnya al jabbar dan al azhim yang sering kali kita temukan menjadi nama seseorang.

Sesudah belajar beberapa hal mengenai Allah. Apa yang selanjutnya kita lakukan? 

Ta’aluh atau sepenuh hati dengan-Nya

Sebaiknya kita melakukan yang disebut dengan ta’aluh yaitu memenuhi hati dan hikmah kita dengan Allah saja. Kita tidak memandang selain-Nya, tidak menoleh kepada selain-Nya, dan tidak berharap serta takut kecuali hanya kepada-Nya. 

Kenapa begitu? Ini karena pada kenyataannya hanya Allah yang keberadaannya hakiki. Sedangkan selain allah, termasuk kita, hanyalah sesuatu yang fana yang akan musnah pada akhirnya. (OL-14)

Source link

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *