Karnaval Meriahkan Tahun Baru Islam

  • Share

Karnaval memperingati Tahun Baru Islam(MI/Heri Susetyo)

LEBIH  dari seribu siswa dan guru sebuah sekolah madrasah tsanawiyah dan SMK di Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo, mengikuti karnaval dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1446 Hijrah. Di antara peserta karnaval ada yang mengenakan baju adat nusantara, hingga baju berbahan daur ulang.

Karnaval memperingati Tahun Baru Islam 1446 Hijriah ini dilakukan sebuah sekolah tingkat pertama dan atas, di kawasan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo. Mereka karnaval dengan berjalan kaki mengelilingi kawasan lingkungan sekolah sejauh empat kilometer.

Di antara peserta karnaval ini terlihat mengenakan sejumlah baju adat nusantara. Selain itu ada yang mengenakan busana berbahan limbah daur ulang. Busana limbah daur ulang ini sengaja untuk mengingatkan masyarakat, agar selalu menjaga lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Baca juga : Pawai Obor Ramaikan Tahun Baru Islam 1446 Hijriah hingga ke Pelosok Daerah Bogor

Kegiatan karnaval semakin marak dengan diiringi musik patrol dan paskibra sekolah setempat. Karnaval inipun menjadi tontonan masyarakat yang dilintasi atau kendaraan yang berpapasan.

Pihak sekolah sengaja melakukan kegiatan tersebut, untuk menyemarakkan tahun baru IsIam di tengah masyarakat. Kegiatan karnaval ini dilakukan pihak sekolah setiap tahun, saat memperingati tahun Baru Islam.

“Tentunya diharapkan akan meningkatkan semangat belajar siswa, dan menjadi pribadi yang berakhlakul karimah,” kata Kepala Mts YPM Wonoayu Suhardi, Minggu (7/7).

Baca juga : Jelang Tahun Baru Islam, Stok dan Harga Pangan di Bogor Aman

Cara berbeda dilakukan warga di Kecamatan Panceng, Gresik, Jawa Timur dalam memperingatai 1 Muharram. Acara peringatan tahun baru Islam di kota ini ini menghadirkan group shalawat dan ceramah agama yang digelar di lapangan Desa Ketanen, Minggu (7/7) pagi dan dihadiri ratusan warga.

Di Lamongan, Pemerintah Kabupaten Lamongan juga mengelar ngaji bareng Gus Iqdam, di Alun-alun Kabupaten Lamongan, Sabtu (6/7) malam. “Alhamdulillah kita semua dapat memperingati pergantian tahun Islam 1445 H ke 1446 H. Dengan berkumpul bersama untuk ngaji bareng Gus Iqdam, menjadi salah satu hal positif yang kita laksanakan di bulan yang istimewa ini,” tutur Bupati Lamongan Yuhronur Efendi pada kegiatan Festival Muharram 1446 H.

Pendakwah muda asal Kota Blitar itu tidak hanya mengajak ngaji masyarakat Lamongan, melainkan juga kepada seluruh masyarakat yang hadir dari kota lain seperti Bojonegoro, Gresik, hingga Semarang.

Baca juga : Kapan Tahun Baru Islam 1446 H/2024?

“Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang diistimewakan oleh Allah, maka dari itu mari manfaat bulan istimewa ini untuk hal positif. Dan amalan yang baik dibulan ini ialah puasa,” tutur Gus Iqdam dalam ceramahnya yang khas menggunakan Bahasa Jawa.

Pada kesempatan tesebut, Pemkab juga mengelar Lamongan Festival Muharram (LFM) yang dilasanakan setiap tahunnya. Yang antara lain, dimeriahkan dengan sejumlah event, antara lain pawai ta’aruf dan budaya yang diikuti 26 lembaga pendidikan di Lamongan.

 

Source link

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *