Jemaah Haji Diminta tidak Panik saat Tersesat

  • Share

Jemaah haji melakukan tawaf ifadah mengelilingi ka’bah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Sabtu (1/7/2023).(ANTARA/WAHYU PUTRO A )

JEMAAH yang tersesat di Masjidil Haram sesuai melakukan tawaf kerap terjadi di musim haji. Jumlahnya bisa puluhan setiap hari, tidak terkecuali tua atau muda.

Kementerian Agama sendiri telah mengantisipasi kejadian tersebut. Konsul Haji Kemenag Nasrullah Jasam mengatakan untuk mengantisipasi adanya jemaah yang tersesat tersebut.

Nasrullah mengatakan yang utama ketika tersesat jemaah tidak panik sebab Kemenag telah membentuk Sektor Khusus Masjidil Haram. Para petugas haji di sektor ini bekerja 24 jam dan diberlakukan dua shift. Shift pertama mulai pukul 09.00 pagi hingga 21.00 malam dan shift kedua dari pukul 21.00 malam hingga pukul 09.00 pagi, sehingga mereka siaga selama 24 jam.

Baca juga : Embarkasi Bertukar Wilayah Pemondokan Haji di Mekah

Nasrullah mengatakan sektor khusus dipimpin petugas dari institusi TNI dan Polri. Mereka akan ditempatkan di 10 titik di Masjidil Haram. “Jika mereka (jemaah) tidak tahu nanti ada petugas yang berkeliling di sekitar sektor. Kan kita ada sektor khusus (di Masjidil Haram). Mereka akan langsung aktif memberikan arahan kepada jamaah,” ujar Nasrullah ditemui di Daerah Kerja (Daker) Haji Madinah Kamis (9/05).

Nasrullah juga mengatakan untuk menghindari tersesat jemaah sebaiknya menghafalkan identitasnya serta rute dari hotel ke masjid. “Jemaah juga bisa mengenali identitas petugas haji dari seragam rompi dan batik. Itu identifikasi sehingga nanti kalau nyasar nanti ketemu orang dengan seragam nah ini yang bisa mengantarkan saya,” papar Nasrullah.

Dia juga mengingatkan kepada para ketua rombongan dan ketua regu untuk melakukan orientasi lapangan bagi para jemaahnya untuk menunjukkan tempat keluar dan masuk ke Masjidil Haram. Termasuk juga pintu keluar menuju terminal bis maupun pool taksi.

Baca juga : Cegah Terjadinya Tragedi Muzdalifah 2023, Komnas Haji Minta Kemenag Ber Perhatian Khusus Prosesi Mabit

Masjidil Haram memiliki lima pintu utama. Yang pertama King Fahd Gate. Pintu ini mencakup pintu masuk nomor 70 hingga 93. Pintu berikutnya adalah Bab Umrah, King Abdul Aziz, King Abdullah, dan Safa Marwah yang mencakup pintu bernomor 20 sampai 25.

Kelompok pintu King Fahd, King Abdul Aziz dan King Abdullah akan mengarahkan jemaah pada masjid baru hasil revitalisasi Masjidil Haram. Posisinya tepat menghadap Hotel Dar at Tauhid Continental serta Zam-zam Tower.

Sementara itu, kelompok pintu Shafa Marwah akan mengarahkan jemaah yang memilih tinggal yang cukup jauh dari Masjidil Haram. Sebagian jemaah haji Indonesia termasuk yang banyak menggunakan jalur ini. Mereka biasanya menetap di Mafazin, Aziziyah, dan Raudhah. Meski begitu, untuk menuju Masjidil Haram, jemaah bisa mengakses kendaraan yang disediakan berupa bus berwarna merah maupun hijau. (Z-6)

Source link

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *