Jangan Disepelekan Ini 6 Kebiasaan yang Dapat Meningkatkan Risiko Penyakit Kronis

  • Share

Masyarakat menuliskan pesan-pesan kesehatan di papan yang tersedia dalam peluncuran kampanye #PeduliParuOK di Jakarta, Minggu (19/11/2023)( MI/Susanto)

DALAM kehidupan modern yang serba cepat dan sibuk, banyak dari kita sering kali mengabaikan kebiasaan-kebiasaan kecil yang sebenarnya memiliki dampak besar terhadap kesehatan. Kebiasaan-kebiasaan ini, jika tidak diubah, dapat meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit kronis yang berbahaya. Berikut adalah enam kebiasaan yang sering disepelekan namun dapat meningkatkan risiko penyakit kronis.

1. Pola Tidur Berantakan
Tidak sedikit yang kekurangan waktu tidur berkualitas dengan berbagai macam alasan. Padahal, kualitas tidur yang baik dapat sangat membantu organ-organ tubuh kembali segar dan menguatkan sistem kekebalan.

Kurangnya waktu tidur tidak hanya berdampak pada kualitas tidur itu sendiri, tetapi juga mengurangi kesempatan bagi tubuh untuk melakukan pemulihan setelah beraktivitas seharian. Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur berkepanjangan dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, dan obesitas. Oleh karena itu, menjaga jadwal tidur yang teratur dan cukup setiap malam adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.

Baca juga : Ketahui Pola Makan Untuk Pasien Diabetes yang Harus Dipatuhi

2. Pola Makan Tidak Sehat & Seimbang
Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman yang tinggi gula sepertinya sudah menjadi pemandangan umum di masyarakat kita. Tingginya konsumsi gula ini diketahui dapat meningkatkan risiko terkena diabetes. Selain gula, tingginya konsumsi garam juga dapat berpengaruh buruk bagi tubuh karena berpotensi menyebabkan hipertensi, serangan jantung, hingga stroke.

Selain itu, kurangnya asupan sayur dan buah-buahan juga berkontribusi pada peningkatan risiko penyakit kronis. Menjaga pola makan yang sehat dengan gizi seimbang, mengurangi konsumsi makanan olahan, serta meningkatkan asupan sayur dan buah adalah langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko penyakit tersebut.

3. Buruk Dalam Mengelola Stres
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada jurnal BMJ Open pada tahun 2020 disebutkan bahwa ketidakmampuan dalam mengelola stres dapat memotong umur Anda rata-rata 2,5 tahun. Stres yang tidak terkelola dengan baik dapat mempengaruhi respon peradangan dalam tubuh dan meningkatkan risiko terkena kanker, penyakit jantung, hingga demensia.

Baca juga : Lima Sinergi Makanan untuk Mendapatkan Nutrisi yang Baik

Stres kronis menyebabkan pelepasan hormon kortisol yang berlebihan, yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan merusak organ-organ vital. Oleh karena itu, penting untuk belajar teknik-teknik manajemen stres seperti meditasi, olahraga, dan aktivitas relaksasi lainnya untuk menjaga kesehatan mental dan fisik.

4. Kurangnya Aktivitas Fisik
Masyarakat modern yang lebih banyak duduk bekerja di depan layar dan kurang bergerak juga berpengaruh pada semakin tingginya angka pengidap penyakit kronis belakangan ini. Kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan penumpukan lemak tubuh, gangguan metabolisme, dan pembekuan darah.

Kurangnya gerak juga berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker. Oleh karena itu, penting untuk menyisipkan waktu untuk berolahraga secara rutin, minimal 30 menit setiap hari, untuk meningkatkan kesehatan jantung, otot, dan sistem kekebalan tubuh.

Baca juga : Cegah Diabetes terhadap Anak Sejak Dini Lindungi Generasi Penerus Bangsa

5. Kebiasaan Merokok
Kandungan nikotin pada rokok dapat mempersempit pembuluh darah. Nikotin berpotensi membuat darah mengental sebelum akhirnya membeku, yang dapat menghambat aliran darah menuju jantung.

Selain itu, kebiasaan merokok juga merusak paru-paru dan meningkatkan risiko terkena penyakit paru-paru kronis seperti bronkitis dan kanker paru-paru. Menghentikan kebiasaan merokok dan menghindari paparan asap rokok adalah langkah penting untuk mengurangi risiko penyakit kronis dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

6. Terisolasi Secara Sosial
Terisolasi secara sosial bisa memicu berbagai reaksi tubuh termasuk kesepian. Para ahli mengatakan bahwa kesepian menyebabkan respons stres inflamasi di seluruh tubuh yang melemahkan sistem kekebalan dan merusak pertahanan Anda terhadap penyakit kronis.

Penelitian menunjukkan bahwa peradangan jangka panjang yang disebabkan oleh kesepian dapat menyebabkan perkembangan penyakit kardiovaskular, kanker, dan demensia. Oleh karena itu, menjaga hubungan sosial yang sehat dan aktif terlibat dalam komunitas adalah kunci untuk menjaga kesehatan mental dan fisik.

Menjaga pola hidup sehat dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan di atas sangat penting untuk mengurangi risiko penyakit kronis dan meningkatkan kualitas hidup. Perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari dapat memberikan dampak besar pada kesehatan jangka panjang Anda. (P-5)

Source link

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *