Iran Gelar Pilpres Putaran Kedua Hari Ini, 2 Kandidat Bertarung Sengit

  • Share

DUBAI, iNews.id Iran menggelar Pemilihan Presiden (Pilpres) Putaran Kedua, Jumat (5/7/2024). Dua kandidat dengan perolehan suara teratas dalam pemungutan suara sebelumnya, digelar pada 28 Juni, kembali berkompetisi.

Tak ada satu pun dari empat kandidat yang bersaing saat itu mendapat suara di atas 50 persen. Dua kandidat tersebut berasal dari kubu garis keras, Saeed Jalili, dan reformis, Masoud Pezeshkian. Jalili unggul dengan perolehan suara tak begitu jauh dari Pezeshkian di kisaran 40 persen.

Kandidat dari garis geras mencerminkan sikap pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang kontra-Barat. Sebaliknya calon dari kubu reformis, kelompok yang selama ini terpinggirkan dalam perpolitikan Iran, cenderung pro-Barat.

Stasiun televisi pemerintah melaporkan, tempat-tempat pemungutan suara (TPS) dibuka sejak pukul 08.00 waktu setempat. TPS akan ditutup pukul 18.00, namun biasa diperpanjang hingga tengah malam sebagaimana terjadi pada putaran pertama. 

Hasil pilpres akan diumumkan pada Sabtu, meskipun hasil penghitungan cepat biasanya sudah bisa diketahui lebih cepat.

Pilpres Iran kali ini berlangsung di tengah menurunnya minta penduduk untuk menggunakan hak politik mereka. Tingkat partisipasi dalam pilpres putaran pertama hanya 40 persen, terendah dalam beberapa dekade.

Rendahnya partisipasi publik dalam pilpres kali ini dipandang oleh para pengtamat sebagai mosi tidak percaya terhadap pemerintahan Republik Islam yang berkuasa saat ini.

Meski demikian hasil pilpres kali ini diyakini tidak akan berdampak besar terhadap kebijakan Islam. Penyebabnya, pemimpin tertinggi masih memainkan peran dominan dalam kebijakan dalam dan luar negeri, termasuk negosiasi nuklir dengan negara Barat.

Namun presiden tampaknya akan memiliki peran besar dalam pemilihan pemimpin tertinggi Khamenei yang kini berusia 85 tahun.

Sementara itu Khamenei mengungkapkan rasa optimistisnya dengan pilpres putara kedua ini.

“Saya mendengar bahwa semangat dan minat masyarakat lebih tinggi dibandingkan putaran pertama. Semoga Allah mewujudkan hal ini karena merupakan berita menggembirakan,” kata Khamenei, setelah memberikan suara di TPS.

Khamenei mengakui jumlah pemilih pada pilpres putara pertama lebih rendah dari yang diharapkan. Namun dia menegaskan, salah jika berpandangan bahwa kondisi itu menggambarkan ketidaksukaan rakyat terhadap pemerintah.

Pada Pilpres Iran 2021, tingkat partisipasi masayarakat Hanya 48 persen, saat itu dimenangkan oleh Ebrahim Raisi. Sementara dalam pemilu parlemen yang digelar para Maret 2024, tingkat partisipasi hanya 41 persen.

Editor : Anton Suhartono

Source link

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *