Investigasi Rumah Wartawan Terbakar Tewaskan 4 Orang di Karo, Ini Temuan KKJ Sumut

  • Share

JAKARTA, iNews.id – Sejumlah fakta baru ditemukan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sumatera Utara dalam kasus kebakaran rumah yang menewaskan Rico Sempurna Pasaribu bersama tiga anggota keluarganya di Jalan Kapten Bom Ginting, Kelurahan Padang Mas, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Korban Sempurna merupakan wartawan Tribrata TV.

KKJ Sumut yang terdiri atas lembaga profesi jurnalis AJI Medan, IJTI Sumut, PFI Medan dan FJPI telah memverifikasi dan mendalami kasus kebakaran rumah tersebut. Hasil investigasi bersama, ada rentetan kejadian antara korban dengan oknum aparat berinisial HB sebelum terjadinya kebakaran rumah yang menewaskan empat orang.

Rentetan ini berawal dari pemberitaan yang dimuat korban terkait perjudian yang ada di Kabupaten Karo. Dalam pemberitaan dijelaskan ada keterlibatan oknum aparat HB.

Masalah bermula ketika ada anggota ormas yang biasa duduk di warung tempat perjudian memohon kepada korban agar namanya ikut mendapat jatah atau uang dari perjudian. Sebab selama ini korban juga sering mendapat jatah uang mingguan judi dari oknum aparat tersebut.

Atas hal itu, korban kemudian menyampaikan permintaan anggota ormas ini pada oknum pengelola judi. Saat itu, oknum tersebut mengacuhkan pesan yang disampaikan Sempurna Pasaribu.

Kemudian Sempurna kembali menyampaikan hal serupa kepada oknum tadi agar anggota ormas yang merupakan pemuda setempat diberikan sedikit uang bulanan.

Atas permintaan itu, oknum pengelola judi lantas memberikan Rp100.000 pada anggota ormas tersebut. Namun anggota ormas ini merasa tersinggung karena alasan merasa telajh diacuhkan dana diremehkan.

Anggota ormas ini lantas memprovokasi Sempurna Pasaribu hingga korban kemudian memberitakan lokasi perjudian dekat asrama aparat. Bahkan, Sempurna menulis nama lengkap oknum tersebut dalam pemberitaan dan membuat status di media sosial Facebooknya.

Dari informasi yang didapat, setelah berita tayang ada oknum aparat menghubungi atasan korban meminta agar berita segera di-takedown. Hanya saja, pihak perusahaan tidak mendelete berita itu.

Editor: Donald Karouw

Source link

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *