Gunung Ruang di Kabupaten Sitaro Erupsi, 495 Warga Telah Dievakuasi

  • Share

Warga yang terdampak erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Sitaro, dievakuasi ke Kantor Camat Tagulandang. Kantor camat Tagulandang juga dijadikan Posko Bencana sekaligus dapur umum.

SITARO – Sebanyak 495 warga yang terdampak oleh erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut), telah dievakuasi dari rumah mereka. Sesuai dengan data Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Sitaro, mereka berasal dari Kampung Laingpatihe dan Kampung Pumpente.

Penjabat Bupati Sitaro, Joi Eltiano B Oroh, mengatakan jika proses evakuasi warga berjalan lancar hingga saat ini. Pemerintah Daerah telah mendirikan posko penanganan bencana di Kantor Kecamatan Tagulandang, yang juga menjadi lokasi dapur umum dan tempat evakuasi.

Joi memberikan apresiasi kepada TNI, Polri, aparat pemerintah kecamatan, pemerintah kampung, kelurahan, dan masyarakat di Tagulandang yang telah membantu dalam proses evakuasi tersebut.

"BPBD telah mengalokasikan bantuan awal untuk semua kebutuhan warga di lokasi evakuasi. Saat ini, kami juga telah mengantarkan bantuan secara langsung kepada warga," ungkap Joi.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Sitaro, Theo Umbas, mengungkapkan bahwa proses evakuasi telah berlangsung sejak Selasa (16/4 hingga Rabu (17/4). Theo mengutarakan, jika tim gabungan penanganan bencana erupsi Gunung Ruang terus melakukan penyisiran di lapangan untuk memastikan keberadaan warga.

Selain itu, tim gabungan juga telah melakukan upaya mitigasi lain, seperti pengamanan di dua kampung tersebut, untuk memastikan keamanan aset milik warga yang ditinggalkan saat mengungsi.

"Tim telah melakukan patroli pengamanan dengan jarak pantau yang memungkinkan, mengingat banyaknya rumah kosong akibat evakuasi warga," ujar Theo didampingi Ketua TRC BPBD Sitaro, Meydi Teleng.

Camat Tagulandang, Nobert Sakendatu, menjelaskan bahwa 495 warga yang dievakuasi hampir mencakup seluruh jumlah penduduk di dua kampung tersebut. Namun, dari total 838 warga yang terdaftar dalam data sensus, tidak semuanya tinggal di Kampung Laingpatihe dan Kampung Pumpente.

"Beberapa warga telah tinggal di Tagulandang atau sedang berada di luar daerah untuk keperluan studi," ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi terhadap debu vulkanik, telah disiapkan lokasi evakuasi alternatif di SMP Negeri 1 Tagulandang dan beberapa gedung gereja.

"Kami memilih gedung sekolah sebagai lokasi evakuasi karena pendopo merupakan area terbuka. Selain itu, beberapa warga tinggal di rumah kerabat mereka, dan sejumlah gedung gereja juga telah disiapkan sebagai lokasi evakuasi," kata Nobert kembali.

franky salindeho

Source link

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *