Film Dokumenter I Am: Celine Dion Merekam Perjuangan Sang Diva Hadapi Penyakit Stiff Person Syndrome

  • Share

TEMPO.CO, Jakarta – Mengidap penyakit langka stiff person syndrome, penyanyi Celine Dion ceritakan perjuangannya melalui film dokumenter berjudul I Am: Celine Dion.

Film dokumenter I Am: Celine Dion ditayangkan perdana pada 25 Juni 2024 di platform layanan streaming Prime Video.

Dikutip dari Antara, film dokumenter yang disutradarai oleh Irene Taylor itu membawa penonton mengikuti perjalanan Celine Dion, termasuk perjuangan sang penyanyi melawan stiff person syndrome atau SPS serta tekadnya agar bisa terus menjadi penyanyi.

Ditulis laman People, Senin 17 Juni 2024, dengan haru Dion memperkenalkan film dokumenter mendatang yang berfokus pada hidupnya dan merupakan ucapan terima kasih kepada orang-orang yang telah mendukungnya.

Pada pemutaran perdana I Am: Celine Dion di New York City, ia mengucapkan terima kasih kepada dokternya, Dr. Amanda Piquet , dan pembuat film dokumenter, Irene Taylor Brodsky. Penyanyi berusia 56 tahun itu juga mengatakan kepada hadirin bahwa itu adalah penonton terbesar yang pernah dia hadiri selama bertahun-tahun.

“Tentu saja, saya tidak akan berada di sini tanpa kasih sayang dan dukungan setiap hari dari anak-anak saya yang luar biasa,” kata dia seperti dilansir dari Antara, Selasa, 18 Juni 2024.

“Terima kasih, René-Charles. Terima kasih, Nelson. Terima kasih, Eddy. Terima kasih banyak,” Ujar Dion sambil tetap memberikan tepuk tangan meriah kepada penonton.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para penggemarnya atas perhatian dan dukungan kepadanya. Lebih lanjut, salah satu cerita yang akan disajikan di film ini adalah ketika Dion mempelajari tentang kondisi dirinya dan membandingkan dengan sebuah apel.

Dari analogi itu, penyanyi asal Kanada ini tidak ingin para penggemar tetap menantinya meskipun nanti dia tidak seindah apel lagi. Namun pesan penggemar menggetarkan hatinya bahwa mereka tidak melihat sisi buruk Dion namun sebuah kebenaran tentang Dion.

Iklan

“Saya tidak percaya betapa beruntungnya saya memiliki teman-teman dalam hidup saya,” katanya sambil menyeka air mata.

“Terima kasih kepada kalian semua dari lubuk hati saya yang terdalam karena telah menjadi bagian dari perjalanan saya. Film ini adalah surat cinta saya untuk Anda masing-masing. Saya berharap dapat bertemu kalian lagi segera,” ujarnya.

Stiff Person Syndrome (SPS)

Dilansir dari National Library of Medicine, stiff person syndrome (SPS) adalah gangguan sistem saraf pusat progresif dengan prevalensi satu hingga dua pasien per juta. Penyakit ini menyerang wanita dua sampai tiga kali lebih banyak daripada pria penyakit ini hadir dengan kekakuan otot dengan ciri pasien mengalami jatuh berulang, kejang otot, dan nyeri otot kronis

Kekakuan ini disebabkan oleh koaktivasi otot agonis dan antagonis. Ini terutama terjadi pada otot perut dan paraspinal yang menghasilkan kekakuan, hiperlordosis lumbal, dan ketidakstabilan postural. Ketidakstabilan postural pada pasien inilah yang kemudian menyebabkan jatuh berulang.

Perkembangan penyakit juga dapat menyebabkan kekakuan ekstremitas, yang dapat membuat sulit berjalan dan dalam beberapa kasus, dapat menghambat berjalan sepenuhnya. Gangguan kejiwaan seperti depresi dan kecemasan juga sering menyertai gangguan, sehingga dapat salah didiagnosis sebagai penyakit kejiwaan. 

Pilihan Editor: Haru Celine Dion Saat Premier Film Dokumenternya: Ini Surat Cinta untuk Penggemar

Source link

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *