Dzikir Penenang Hati dan Pikiran yang Sedang Stres, Galau, dan Gelisah

  • Share

JAKARTA, iNews.id Dzikir penenang hati dan pikiran yang sedang stres, galau, dan gelisah berikut dapat diamalkan. Di tengah kesibukan dan hiruk pikuk kehidupan, tak jarang kita dihadapkan dengan berbagai situasi yang membuat hati dan pikiran terasa cemas dan sedih. 

Dalam situasi seperti ini, penting untuk menemukan cara untuk menenangkan hati dan pikiran agar kita dapat kembali fokus dan menjalani hidup dengan lebih damai. Salah satu cara yang efektif untuk mencapai ketenangan adalah dengan berdzikir.

Dzikir adalah kegiatan mengingat Allah SWT dengan menyebut asma-Nya, sifat-Nya, dan perbuatan-Nya. Saat berdzikir, fokus kita tertuju pada Allah SWT, sehingga rasa cemas dan khawatir terhadap masalah duniawi perlahan-lahan akan memudar. 

Berikut ini adalah dzikir penenang hati dan pikiran yang sedang stres, galau, dan gelisah, seperti dilansir iNews.id dari berbagai sumber, Selasa (14/5/2024).

Dzikir Penenang Hati dan Pikiran yang Sedang Stres Galau dan Gelisah

سُبْحَانَ الله

Subhanallah (Maha Suci Allah)

الحَمْدُ لِله

Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah)

لاَ إلهَ إلأَّ الله

Laa ilaaha illallah (Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah)

الله أَكْبَرُ

Allahu Akbar (Allah Maha Besar)

لّا إِلَهَ إِلاَّ أَنتَ، سُبْحَانَكَ، إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Laa ilaaha illaa Anta, Subhaanaka, innii kuntu minadz-dzaalimiin

Artinya: Tiada Tuhan yang berhak disemabah kecuali Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk golongan orang-orang berlaku zalim.

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ، وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيم

Bismillahil-ladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil-ardhi walaa fis-samaa-i, wa Huwas-Samii’ul ‘Aliim

Artinya: Dengan Nama Allah, yang dengan nama-Nya tidak akan ada sesuatupun di bumi dan di langit, yang bisa memberi madharat. Dan Dia-lah Dzat Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

“Barangsiapa membaca lafaz zikir ini 3 kali setiap pagi dan petang hari, maka tidak akan ada sesuatupun yang memudharatkannya (membahayakannya).” (HR At-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasaa-i)

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

Allahumma inni a’uudzu bika minal hammi wal hazni wal ajzi wal kasalo wa bukhli, wal jubni wa ghalabatir rijal.

Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan, kesedihan, kelemahan, kemalasan, kebakhilan, sifat pengecut dan penindasan para penguasa. (Hadis Sunan An-Nasa’i No. 5354)

لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ العَظِيمُ الحَلِيمُ، لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ العَرْشِ العَظِيمِ، لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الأَرْضِ، وَرَبُّ العَرْشِ الكَرِيمِ

La ilaha Illallahul ‘Azhiimul Haliim, Laa Ilaha Illallahu Robbul ‘Arsyil ‘Azhiim, Laa Ilaha Illallahu Robbus Samawaati wa Robbul-Ardhi wa Robbul ‘Arsyil Kariim

Artinya: Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Agung, Maha Penyantun, Tiada Rabb yang berhak disembah selain Allah, Penguasa ‘Arsy Yang Agung, Tiada Rabb yang berhak disembah selain Allah, Rabb langit dan bumi serta Tuhan ‘Arsy Yang Mulia. (HR Al-Bukhari No 6346)

أعُوذُ بِكَلِماتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّياطِينِ وأنْ يَحْضُرُونِ‏

A‘ūdzu bi kalimātillāhit tāmmāti min ghadhabihī, wa ‘iqābihī, wa syarri ‘ibādihī, wa min hamazātis syayāthīni wa an yahdhurūn.

Artinya: Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, siksa-Nya, keburukan hamba-Nya, gangguan setan, dan setan yang hadir.

 
اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِي بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَائُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ القُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِي وَنُوْرَ صَدْرِي وَجِلَاءَ غَمِّي وَذَهَابَ حُزْنِي وَهَمِّي 

 
Allāhumma innī ‘abduka, wabnu ‘abdika, wabnu amatika. Nāshiyatī bi yadika mādhin fiyya hukmuka, ‘adlun fiyya qadhā’uka. As’aluka bi kulli ismin huwa laka sammayta bihī nafsaka, wa anzaltahū fī kitābika, aw ‘allamtahū ahadan min khalqika, awista’tsarta bihī fī ilmil ghaybi ‘indaka, an taj’alal qur’āna rabī‘a qalbī, wa nūra shadrī, wa jilā’a ghammī, wa dzahāba huznī wa hammī. 

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku hamba-Mu, putra hamba-Mu (laki-laki), putra hamba-Mu (perempuan). Nasibku di tangan-Mu, berlaku padaku ketentuan-Mu, adil padaku putusan-Mu. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama-Mu yang Kau sebut untuk diri-Mu, (nama) yang Kau turunkan dalam kitab-Mu, (nama) yang Kau ajarkan pada segelintir hamba-Mu, atau (nama) yang hanya Kau sendiri yang mengetahuinya dalam pengetahuan ghaib agar Kau menjadikan Al-Qur’an sebagai musim semi (di) hatiku, cahaya batinku, pelenyap kebingunganku, dan penghilang kesedihan serta kebimbanganku.”

Dzikir penenang hati dan pikiran yang sedang stress galau dan gelisah cukup jelas bukan? Semoga artikel ini bermanfaat. 

Editor : Komaruddin Bagja

Source link

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *