DBD di Klaten 2024 Naik, 30 Orang Kematian

  • Share

Petugas melakukan pengasapan (fogging) untuk mencegah DBD di Klaten.(MI/Djoko Sardjono)

KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, hingga minggu ke-25 tahun ini mencapai 868 kasus dengan kematian sebanyak 30 orang.

Sebelumnya, sampai minggu ke-24 jumlah kasus DBD 824 dan 29 kematian. Dengan demikian, jumlah kasus DBD minggu ke-25 naik 44 kasus dan satu kematian. “Ya, kasus DBD di Klaten naik, tetapi tidak signifikan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Klaten, Anggit Budiarto, Senin (1/7).

Memang, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 197 kasus dengan 10 kematian, kasus DBD 2024 meningkat 667 kasus dan 20 kematian.

Baca juga : Benarkah Jambu Biji Ampuh Sembuhkan DBD? Simak Penjelasannya

Upaya pengendalian DBD, menurut Anggit, terus digiatkan di masyarakat, seperti pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan optimalisasi peran juru pemantau jentik (jumantik).

“Kegiatan sosialisasi di masyarakat tentang pencegahan dan pengendalian DBD pun terus dilaksanakan oleh jajaran petugas Puskesmas di Klaten,” imbuhnya.

Gerakan PSN termasuk kegiatan 3M Plus, adalah langkah yang paling efektif untuk pemberantasan dan pengendalian nyamuk ketimbang fogging (pengasapan).

Baca juga : Inovator Muda Didorong Ikut Cegah dan Kendalikan DBD

Menurut Anggit, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, tidak membunuh telur, jentik, dan larvanya. Ini yang terus disosialisasikan di masyarakat.

“Jadi, PSN dan 3M harus jadi tradisi di masyarakat secara terus menerus, baik ada atau tidak ada kasus DBD,” ujar Anggit.

 

Source link

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *