Dampak Pelemahan Rupiah, BTN Makin Sering Lakukan Stress Test

  • Share

Mata uang Dolar AS dan Rupiah.(Dok. MI)

PELEMAHAN nilai tukar rupiah turut berdampak pada perekonomian Indonesia. Di sektor perbankan, banyak strategi yang diterapkan untuk meminimalisir dampak tersebut.

Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Nixon L.P. Napitupulu mengatakan bahwa salah satu strategi menghadapi pelemahan rupiah adalah melakukan stress test atau uji ketahanan secara berkala. Uji stres perbankan adalah analisis untuk menentukan apakah suatu bank memiliki cukup modal untuk menahan krisis ekonomi atau keuangan.

“Strategi kami terapkan di tengah pelemahan nilai rupiah adalah, satu kami terus melakukan stress test secara berkala dan makin kesini makin sering stress test-nya,” ujar Nixon dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Senin (8/7).

Baca juga : Kenaikan BI Rate Sebagai Dampak Volatilitas Pasar

Stress test berfokus pada beberapa area utama, seperti risiko kredit, risiko pasar, dan risiko likuiditas untuk mengukur status keuangan bank. Semua stress test mencakup serangkaian skenario standar yang mungkin dialami bank.

“Terus menerus, makin rajin stress test-nya,” imbuhnya.

Strategi lain yang juga dilakukan BTN adalah menilai kecukupan likuiditas dan kondisi market. BTN berusaha mengukur sensitivitas bank terhadap nilai tukar dan terhadap perubahan suku bunga.

“Kemudian strategi masih kami terapkan karena kami juga masih punya portofolio terutama dari dana. Terus melakukan forward currency contract, menjaga cross currency dan melakukan trading strategy atau minimal fluktuasi harga yang terjadi di market,” kata dia.

(Z-9)

Source link

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *