Banjir Lumpur 1 Meter Terjang Permukiman Warga Kampung Bulak Cipayung Depok

  • Share

Banjir Lumpur 1 Meter Terjang Permukiman Warga Kampung Bulak Cipayung Depok.(Dok. MI)

KAMPUNG Bulak Barat, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat (Jabar), diterjang banjir hingga akses jalan terputus.

Kepala Seksi Pembangunan dan Rehabilitasi Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PUPR) Kota Depok Bahtiar Ardiansyah mengatakan banjir yang menerjang permukiman warga Kampung Bulak, Kelurahan Cipayung Barat, akibat luapan Kali Pesanggrahan.

“Tinggi banjir 1 meter,” kata Bahtiar, Selasa (7/5).

Baca juga : 2 Pekan Banjir Belum Juga Surut, 5 Jenis Penyakit Serang Warga Cipayung Depok

Peristiwa itu terjadi pada Senin (6/5) sore dan belum surut hingga saat ini, Selasa (7/5). Banjir bercampur lumpur dan sampah itu menerjang permukiman dan terputusnya akses jalan.

“Luapan kali itu dari sore, setelah itu terjadi banjir. Bercampur lumpur dan material sampah juga sampai masuk ke permukiman,” ujar Bahtiar.

Dikatakan, banjir terjadi secara tiba-tiba lantaran aliran kali di sekitar lokasi kejadian tak bisa menampung debit air yang sangat deras. Sementara lumpur berasal dari bantaran kali dan lahan perkebunan yang longsor.

Baca juga : Kali Enggram di Sawangan Depok Amblas, 5 Rumah dan Pabrik Tahu Susu Terendam

“Jadi material sampah dan ranting pohon yang longsor menutup kali dan menyumbat airnya, akhirnya meluber dan bercampur lumpur,” kata Bahtiar.

Atas peristiwa itu beberapa rumah terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 1 meter. Beruntung tak ada korban akibat banjir tersebut meskipun banjir datang secara mendadak.

“Ketinggian banjir mencapai 1 meter, nggak semua masuk ke rumah tapi sebagiannya. Tak ada korban jiwa juga,” kata Bahtiar.

Baca juga : Sungai Pesanggrahan Depok yang Tertimbun Ribuan Ton Sampah Belum Dibersihkan

Hingga saat ini, banjir lumpur itu masih menggenangi rumah warga dan jalan penghubung antara Cipayung dengan Kelurahan Pasir Putih. Pihaknya menerjunkan alat berat untuk membersihkan material banjir.

“Kita upayakan pembersihan material dengan alat berat yang kita kirim. Kita akan pantau terus saat ini untuk memastikan kalau aliran kali tidak ada lagi masuk permukiman seperti ini,” kata Bahtiar.

Bahtiar berharap ruas jalan di Kampung Bulak cepat tertangani dan kondisinya secepatnya berangsur surut.Satgas sumber daya air berupaya untuk menyedot banjir di Kampung Bulak yang berlangsung hingga saat ini.

Baca juga : 5 RT di Jakarta Selatan Terendam Banjir

Ditambahkan, Kampung Bulak merupakan wilayah cekungan. Menurutnya, ada beberapa titik lokasi yang terendam banjir

“Dinas PUPR berupaya untuk melakukan penyedotan banjir. Ada beberapa mesin pompa didatangkan untuk mengatasi banjir di Kampung Bulak ini. Namun upaya penyedotan belum maksimal karena elevasi kali yang masih tinggi,” ungkapnya.

Soal banjir imbas sampah dari tempat pembuangan akhir (TPA Cipayung) yang overload, Wali Kota Depok Muhammad Idris mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan banjir Cipayung dan Jembatan Kali Pesanggrahan yang menghubungkan wilayah Kelurahan Cipayung dengan Kelurahan Pasir Putih

Idris mengatakan, bahwa Pemkot Depok sudah membuat kajian untuk menanggulangi banjir di lokasi tersebut. Diperkirakan penanggulangan masalah itu sampai menelan angka triliunan rupiah.

“Waktu itu saja diperkirakan sudah sampai triliunan pembiayaannya, maka harus pemerintah pusat, cuma belum kita ajukan lagi hasil kajian terakhir kita,” katanya.

Dikarenakan kondisi darurat ini, Pemkot Depok mengambil langkah konkret dengan melakukan pengajuan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk penataan Kali Pesanggrahan dari Hulu sampai hilir batas Kota Depok.

“Lalu simultan kita akan kaji tadi bersama PUPR, Bappeda dan Rumkim untuk kita ukur bidang bidang tanah,” tambahnya.

(Z-9)

Source link

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *