Bahas Digitalisasi Layanan Kesehatan, Hospital Management Asia 2024 Digelar Agustus di Bali

  • Share

Digitalisasi dinilai dapat menjadi solusi untuk mengatasi sejumlah tantangan dalam peningkatan layanan kesehatan.(Dok. Freepik)

HOSPITAL Management Asia (HMA) 2024 akan digelar Agustus nanti di Bali. HMA merupakan ajang knowledge-sharing para pemimpin di bidang kesehatan di Asia untuk menghasilkan solusi bagi rumah sakit (RS) dalam menghadapi tantangan di bidang kesehatan.

HMA 2024 diselenggarakan oleh Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) dan didukung oleh 15 asosiasi RS terkemuka di Asia. Mengusung tema Keeping Pace with Healthcare Challenges, HMA 2024 membahas transformasi digital dalam layanan kesehatan dari berbagai sisi. Kegiatannya mencakup diskusi panel, konferensi, dan pameran.

“Dalam tahun ke-23 penyelenggaraannya, acara ini diharapkan akan dihadiri oleh lebih dari 1.500 pemilik, pejabat C-level, dan direktur RS, serta para ahli dan pemimpin di bidang kesehatan dari Asia Pasifik,” ujar Ketua Umum ARSSI, Drg. Iing Ichsan.

Baca juga : Dirut BPJS Kesehatan Beberkan Inovasi Digital Program JKN di Forum AeHIN 2023

Ia menjelaskan, saat ini peningkatan biaya layanan kesehatan menjadi tantangan yang harus dihadapi berbagai negara di dunia. Pada 2023, biaya pengobatan di Asia meningkat 11,5% dari tahun sebelumnya (yoy), sementara di Indonesia 13,6% (yoy).Transformasi digital dinilai dapat menjadi solusi untuk mengurangi biaya tersebut melalui peningkatan efisiensi dan optimalisasi sumber daya.

Indonesia telah mengambil langkah nyata untuk mewujudkan layanan kesehatan berbasis digital, misalnya melalui transisi skala besar ke electronic medical record (EMR) serta pemanfaatan artificial intelligence  dan big data. “Meski demikian, transformasi digital tidak selalu dapat dilakukan dengan mudah dan murah. Oleh karena itu, HMA 2024 dirancang sebagai ajang berbagi ide mengenai keberhasilan transformasi digital layanan kesehatan, termasuk cara memastikan ROI (return on investment) yang solid pada solusi kesehatan digital,” imbuh Iing.

Beberapa pihak yang telah dikonfirmasi hadir pada HMA 2024 antara lain Menteri Kesehatan (Kemenkes) Budi Gunadi Sadikin, Presiden Direktur BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti, Chief of Digital Transformation Office Kemenkes yang juga Staf Ahli bidang Teknologi Kesehatan Kemenkes Setiaji, serta pemimpin RS-RS terkemuka dari negara-negara Asia, Amerika Serikat, dan Australia.

Setiaji mengatakan, HMA 2024 merupakan ajang yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk bertukar pikiran dan pendapat dalam memajukan sektor kesehatan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi dan digitalisasi dalam memberikan layanan kesehatan menjadi salah satu poin penting dalam transformasi di bidang kesehatan. “Perpaduan teknologi dan ilmu kesehatan yang terus berkembang dapat membawa perubahan signifikan di sektor kesehatan Indonesia. Diharapkan, transformasi di bidang kesehatan ini dapat membantu para tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang tepat dan cepat kepada seluruh pasien sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.”

Project Director HMA Pinky Fadullon menambahkan, perubahan dalam layanan kesehatan tentunya lebih dari sekadar pengadaan teknologi dan solusi digital yang tepat untuk RS. “Transformasi layanan kesehatan yang sesungguhnya juga memerlukan perubahan pola pikir, merancang proses baru, dan membangun budaya.”  (B-1)

Source link

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *