Bacaan Doa untuk Orang yang Sakit Agar Diberi Kesembuhan

  • Share

ilustrasi doa(freepik)

MEMBACA doa untuk orang yang sedang sakit adalah bentuk empati kita.

Mendoakan orang yang sedang sakit merupakan salah satu ikhtiar yang bisa kamu lakukan, memohon rahmat dan ampunan Allah SWT agar sakit yang sedang dirasakan oleh kerabat maupun teman-teman segera diangkat

Rasulullah SAW, sebagai teladan utama umat Islam memberikan contoh bagaimana mendoakan orang yang sedang sakit.

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seorang laki-laki berkunjung kepada saudaranya yang muslim, maka seakan-akan dia berjalan di kebun Surga hingga duduk. Apabila sudah duduk, maka dituruni rahmat dengan deras. Apabila berkunjung di pagi hari, maka tujuh puluh ribu malaikat akan mendoakannya, agar mendapat rahmat hingga sore. Apabila berkunjung di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat akan mendoakannya agar diberi rahmat hingga pagi.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad dengan sanad shahih).

Berikut kumpulan doa kesembuhan untuk orang yang sakit serta penjelasannya

Doa pertama 

لاَ بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Laa ba’sa, thohuurun in syaa-allaah.

“Tidak apa-apa (jangan terlalu bersedih dengan sakit ini), menjadi pembersih dosa, insya Allah”
HR. Bukhari 3616.

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, meriwayatkan : Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam punya kebiasaan ketika menjenguk orang sakit maka beliau mengucapkan doa tersebut. 

Keterangan:
1. Doa ini dibaca oleh orang yang menjenguk di dekat orang yang sedang sakit.
2. Setelah itu orang yang sakit menjawab: Amin.

 

Doa kedua

اَللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ البَاسَ، اِشْفِ، أَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا
Allaahumma robban-naas, adz-hibil baas, isyfi, antasy-syaafii, laa syifaa-a illaa syifaa-uka, syifaa-an laa yughoodiru saqoman.

“Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah sakit ini, sembuhkanlah, Engkaulah As-Syafi (Sang Penyembuh), tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit”.
HR. Bukhari 5675 dan Muslim 2191.

Dari A’isyah radhiyallahu ‘anha, beliau menceritakan: Apabila ada di antara kami yang sakit maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusapkan tangan kanan beliau, kemudian membaca doa di atas.

 

Doa ketiga

اَللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، مُذْهِبَ الْبَاسِ، اِشْفِ، أَنْتَ الشَّافِى، لاَ شَافِىَ إِلاَّ أَنْتَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا
Allaahumma robban-naas, mudz-hibal baas, isyfi, antasy-syaafii, laa syaafiya illaa anta, syifaa-an laa yughoodiru saqoman.

“Ya Allah, Rabb seluruh manusia, yang menghilangkan kesusahan, sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada yang menyembuhkan kecuali Engkau, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain”.
HR. Bukhari.

‘Abdul ‘Aziz dan Tsabit pernah menemui Anas bin Malik. Tsabit berkata pada Anas saat itu, “Wahai Abu Hamzah (nama panggilan dari Anas), aku sakit.” Anas berkata, maukah aku meruqyahmu (menyembuhkanmu) dengan ruqyah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Tsabit pun menjawab, “Iya, boleh.” Lalu Anas membacakan doa di atas.

Doa keempat

أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيْمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ
As-alullaahal ‘azhiim, robbal ‘arsyil ‘azhiim, an yasyfiyaka (7x).

“Aku memohon kepada Allah yang Maha Agung, Pemilik arsy yang agung, agar Dia menyembuhkanmu” (7x).

HR. At-Tirmidzi, Abu Dawud, dan lihat Shahih At-Tirmidzi 2/210 dan Shahihul Jami’ 5/180.

Doa ini dibaca oleh orang yang menjenguk orang sakit, di dekat orang yang sedang sakit. Boleh dibaca agak keras sehingga si sakit ikut mendengar, boleh juga dengan suara pelan.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Siapa yang menjenguk orang sakit, yang belum datang ajalnya, kemudian dia membaca doa ini di dekatnya sebanyak 7x, maka Allah akan menyembuhkannya dari penyakitnya itu.

 

Doa kelima (Ruqyah Jibril)

بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ، مِنْ كُلِّ شَئٍ يُؤْذِيكَ، مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنٍ حَاسِدٍ، اَللَّهُ يَشْفِيكَ، بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ
Bismillaahi arqiika, min kulli syai-in yu’dziika, min syarri kulli nafsin au ‘ainin haasidin, allaahu yasyfiika, bismillaahi arqiika.

Dengan nama Allah aku meruqyah-mu, dari semua yang menyakitimu, dari kejahatan setiap jiwa dan mata hasad, semoga Allah menyembuhkanmu, Dengan nama Allah aku meruqyah-mu.
HR. Muslim 2186, Turmudzi 972, Ibn Majah 3523.

Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan: Jibril datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian bertanya: “Wahai Muhammad, kamu sakit?” Beliau menjawab: Ya. Kemudian Jibril membaca doa di atas.

Doa keenam

اَللَّهُمَّ اشْفِ عَبْدَكَ يَنْكَأُ لَكَ عَدُوًّا، أَوْ يَمْشِي لَكَ إِلَى صَلَاةٍ
Allaahummasyfi ‘abdaka yanka-u laka ‘aduwwan, au yamsyii laka ilaa sholaah.

Ya Allah, sembuhkanlah hamba-Mu ini, dia yang melawan musuh-Mu, dan dia berjalan menuju shalat jamaah karena-Mu.

HR. Abu Daud dan dihasankan Al-Hafidz Ibn Hajar.

Dari Abdullah bin Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Apabila ada seseorang yang hendak mengunjungi orang sakit, maka hendaknya dia membaca: (doa di atas).

Dalam doa yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini, terdapat unsur tawassul kepada Allah. Kita memohon kepada Allah agar menyembuhkan saudara kita yang sedang sakit, dengan menyebutkan amal shaleh orang tersebut. Ya Allah, dia orang baik, yang memiliki kebiasaan berjihad dan shalat jamaah. Andaikan tidak karena sakitnya, dia akan melakukan amalan itu. Inilah salah satu bentuk tawassul yang sesuai syariat.

Doa ketujuh

اَللَّهُمَّ اشْفِ (فُلَانًا)
Allaahummasy-fi (fulaanan).
“Ya Allah, sembuhkanlah (sebut namanya).”
HR. Al-Bukhari dan Muslim.

 

 

Source link

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *