5 Tanda Orang Tua Terlalu Keras pada Anak

  • Share

TEMPO.CO, Jakarta – Banyak orang tua merasa tak cukup baik pada anak-anaknya. Kadang sikap mereka berlebihan dengan maksud membuat anak-anak jadi lebih baik, pintar, dan banyak membantu di rumah.

Meski baik menerapkan standar tinggi, tak jarang orang tua bersikap terlalu keras pada anak-anak. Berikut pendapat para pakar kesehatan mental mengenai tanda-tanda sikap orang tua terlalu keras pada anak, dilansir dari HuffPost.

Anak merasa tak senang 
Orang tua sering menyampaikan kabar atau pernyataan yang tak ingin didengar anak. Eran Magan, psikolog dan kreator laman divorcingdads.org, menyebutkan di antaranya memaksa anak keluar dari kolam renang, menyuruh tidur, meminta membantu bersih-bersih rumah, dan membatasi aktivitasnya agar lebih fokus pada urusan sekolah.

Keras secara fisik
Memukuli anak mungkin sudah tak umum di zaman sekarang. Kekerasan fisik hanya mengatasi masalah di saat itu tapi tidak membantu anak belajar empati. Cara itu juga hanya mengancam perasaan aman mereka.

Mementahkan keinginan anak
Contohnya anak minta permen di malam hari dan Anda mengatakan, “Kamu mau makan malam dengan permen?” Padahal ada cara lebih bijaksana untuk menolaknya, misalnya mengatakan, “Permen memang enak tapi kamu perlu makanan yang lebih bergizi untuk pertumbuhan.”

Iklan

Nada suara keras
Berbicara dengan nada keras boleh dilakukan jika anak sedang melakukan sesuatu yang berbahaya. Misalnya, “Berhenti!” Namun jangan gunakan nada keras terus menerus, bahkan di saat kita lelah, kesal, habis kesabaran, atau marah.

Terus mencari kesalahan anak
Anda mungkin ingin anak berhenti melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang. Tapi jangan terus mencari-cari kesalahan mereka. Pujilah anak saat melakukan sesuatu yang baik, jangan hanya menasihatinya ketika salah.

Pilihan Editor: Ragam Hal yang Perlu Disiapkan Orang Tua sebelum Anak Masuk SD

Source link

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *