12 Keutamaan Berkurban di Hari Raya Idul Adha, Amalan yang Paling Dicintai Allah SWT

  • Share

Ilustrasi : Pemotongan hewan kurban.( MI/Susanto)

HARI Raya Idul Adha atau disebut juga hari raya kurban sudah semakin dekat. Banyak umat muslim menjadikan momen Idul Adha ini untuk berbagi, sebagai bentuk ikhtiar mereka beribadah kepada Allah SWT. 

Dilansir laman NU online, kata kurban dalam istilah agama disebut “udhhiyah” bentuk jamak dari kata “dhahiyyah” yang berasal dari kata “dhaha” (waktu dhuha), yaitu sembelihan di waktu dhuha pada tanggal 10 sampai dengan tanggal 13 bulan Zulhijjah.

Kurban adalah bentuk ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT supaya mendapatkan keridhaan-Nya. Kurban juga bertujuan untuk menggembirakan kaum fakir pada Hari Raya Idul Adha. 

Baca juga :  BMH akan Distribusikan Hewan Kurban ke Masyarakat Pedalaman, Pesisir, dan Terpencil

Oleh karena itu, memahami keutamaan berkurban bagi umat muslim adalah satu bentuk upaya meyakinkan dan memantapkan diri untuk menunaikan ibadah sunah ini.

Lalu apa saja keutamaan berkurban? Berikut penjelasannya : 

1. Menjalankan perintah Allah

Baca juga : Kurban Berkah di Hari Raya Idul Adha, Apa Tipsnya?

Allah berfirman : “Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” (Q.S. Al-Kautsar [108]: 2).

Ibnu Taimiyyah mengatakan, Ibadah harta benda yang paling mulia pada hari Raya Idul Adha adalah menyembelih kurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat ‘ied.

2. Amalan yang paling dicintai Allah SWT di Hari Raya Idul Adha

Baca juga : Dukung Ketahanan Pangan, SKI Indosat Luncurkan Qurban Raya 2024

Menyembelih kurban adalah amalan yang paling dicintai Allah pada Hari Raya Idul Adha. Hal ini ditegaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a., di mana Rasulullah saw bersabda:

“Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari nahar (idul adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirkan darah (hewan kurban), Sesungguhnya ia datang pada hari kiamat dengan tanduk, kulit dan bulu-bulunya. Sesungguhnya darah itu telah sampai kepada Allah SWT sebelum darah itu tumpah ke tanah, maka hendaknya kalian senang karenanya.” (HR At-Tirmidzi)

 

Baca juga : Bersama Lazisnu, Shopee Barokah Berbagi Kurban Sapi Limosin

3. Pahala di setiap helai rambut

Pada hari kiamat nanti, hewan kurban akan mendatangi orang yang menyembelihnya dalam keadaan utuh seperti di dunia, setiap anggotanya tidak ada yang kurang sedikit pun dan semuanya akan menjadi nilai pahala baginya.

Zaid bin Arqam berkata, “Sahabat Rasulullah SAW berkata, “Wahai Rasulullah, apakah kurban-kurban ini.” Nabi bersabda, “Ini adalah sunnah bapak kalian Ibrahim. Sahabat bertanya, “Apakah ganjarannya bagi kami dalam kurban itu wahai Rasulullah?” 

Nabi bersabda: Setiap rambut merupakan kebaikan. Sahabat kembali bertanya:  Lalu kalau bulu? beliau bersabda: “Dengan setiap helai rambut dan bulu adalah kebaikan.” (HR Ibnu Majah dan Hakim).

Oleh karena itu, bagi seorang Muslim yang telah memiliki kemampuan hendaknya untuk menunaikan ibadah kurban. 

4. Ikhtiar untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT

Barang siapa berkurban karena takwa kepada Allah, maka Allah akan menerima kurban tersebut menjadi amalan baik di sisi-Nya. 

“Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Al-Maidah: 27)

5. Media untuk meraih ketaqwaan

Apa yang ingin kita raih dalam ibadah kurban ini bukanlah persembahan daging dan darahnya, melainkan untuk mendapatkan ketakwaan.

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (Q.S. Al-Hajj: 37)

 

6. Dihapus dosa-dosa dan keburukannya

Ibadah kurban juga dapat menghapus segala perbuatan buruk dan dosa-dosa yang telah lalu. Sebagaimana sabda Rasulullah, bahwa setiap tetes darah dari hewan kurban merupakan penghapus dari dosa-dosa orang yang berkurban.

“Hai Fatimah, berdirilah di sisi kurbanmu dan saksikanlah ia, sesungguhnya titisan darahnya yang pertama itu pengampunan bagimu atas dosa-dosamu yang telah lalu”. (HR. Al Bazaar dan Ibnu Hibban).

7. Ungkapan rasa syukur

Sebagai umat Islam, saat mendapatkan rezeki sebaiknya dibarengi dengan rasa syukur kepada Allah SWT. Tak haya itu saja, perlu diingat jika rezeki yang didapat juga terdapat hak orang lain yang membutuhkan. Karenanya, dianjurkan berkurban bagi umat Islam yang mampu sebagai tanda kasih sayang dengan saling berbagi ke sesama. Ketika menyaksikan hewan disembelih, muncul perasaan syukur atas segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT pada diri manusia.

Sebagaimana yang dijelaskan dalam QS. Al-Kautsar ayat 1 dan 2, “Sungguh, Kami telah memberimu telaga kautsar, maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).” (QS. Al-Kautsar: 1 dan 2).

8. Sebagai syiar agama

Keutamaan berkurban merupakan upaya syiar agama yang dapat dilakukan oleh setiap umat Muslim. Umat Muslim yang melaksanakan kurban sudah turut serta menyebarkan pesan atau syiar agama, yaitu tentang kewajiban berkurban yang diperintahkan Allah kepada Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail.

Dalam QS Al Hajj ayat 34,  “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).”

9. Misi sosial dan kepedulian 

Ibadah kurban tidak hanya bermanfaat untuk orang yang berqurban (Mudhohi) tapi secara tidak langsung juga bisa membantu fakir miskin dari kelaparan. Islam telah mengatur bagaimana menyeimbangkan perekonomian dan aspek kemanusiaan sosial, salah satunya dengan berkurban. 

Daging yang dibagikan dapat menghubungkan rasa kasih sayang dan kepedulian antara fakir miskin dengan mudhohi. Dengan berkurban juga kita dapat merasakan kenikmatan rezeki dan berkah yang senantiasa diberikan Allah kepada setiap hambanya.

“Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah” (HR. Muslim).

10. Dinaikkan derajatnya, dihapuskan keburukannya

Keutamaan umat muslim ketika berkurban adalah dinaikkan derajatnya, mulai dari ia membeli hewan kurban hingga prosesi kurban selesai.

Niat melakukan ibadah kurban saja sudah membuat umat muslim mendapatkan pahala, apalagi melakukannya, pasti akan berlipat ganda. 
Jadi, perjalanan pahala dalam berkurban akan berjalan mulai dari seorang muslim berniat untuk kurban dan menjauhi kesalahan dalam ibadah tersebut, yakni naik derajatnya. 

Ibnu Muslih al-Hanafy dalam kitabnya Hashiyah Shaykh Zadah ‘ala Tafsir al-Baydawy mengutip perkataan Sayidina ‘Ali bin Abi Thalib sebagai berikut:

“Barangsiapa keluar rumah untuk membeli hewan kurban, maka setiap langkahnya akan dibalas 10 kebaikan, dihilangkan 10 keburukan, dan diangkat 10 derajat. Transaksi yang terjadi saat membeli hewan kurban dianggap tasbih. Uang yang dibayarkan dilipatgandakan menjadi 700 kali lipat. Ketika hewan kurban tersebut ditidurkan untuk disembelih, semua makhluk memohon ampun untuknya hingga bumi paling bawah. Tiap tetesan darahnya menjadi 10 malaikat yang memintakan ampun kepadanya hingga hari kiamat. Jika dagingnya telah dibagikan dan dimakan, maka tiap suapan sama seperti memerdekakan anak cucu Nabi Ismail AS.” 

11. Menyelamatkan dari bahaya dunia akhirat 

“Ingatlah bahwa kurban itu termasuk amal-amal penyelamat yang menyelamatkan pemiliknya dari kejelekan dunia dan bahaya di akhirat.” (Zubdatul Wa’idhin)

Untuk orang yang berkurban karena Allah serta melakukan hal benar mengenai tata cara kurban Idul Adha, maka baginya akan dijauhkan dari bahaya dunia akhiratkarena telah melakukan perintah Allah.

 

12. Mendapat doa dari malaikat

Setiap pagi Allah Subhanahu wa ta’ala mengutus dua malaikat, yang satu berdoa: “Yaa Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak.” Dan yang kedua berdoa: “Yaa Allah, berikanlah kehancuran bagi orang yang menahan hartanya (pelit).” (HR Al Bukhari nomor 1374 dan Muslim 1010)

Tentu senang jika bisa mendapat doa dari malaikat, karena malaikat selalu dekat dengan Allah Subhanahu wa ta’ala dan kaum Muslimin memiliki kesempatan berada dalam kebaikan berkat doa malaikat tersebut. (P-5)

Source link

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *